You are here

Feed aggregator

Training for Trainer Ujicoba Rikhus Vektora

B2P2VRP Salatiga - Tue, 09/09/2014 - 10:18

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga yang menjadi penanggung jawab kegiatan Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit semakin siap dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Pada tanggal 1-8 September 2014 kemarin, B2P2VRP telah selesai melaksanakan TOT (Traning for Trainer) yang dilaksanakan di Hotel Le Beringin Salatiga. Dalam acara ini peserta dibagi menjadi beberapa tim, antara lain Tim Vektor yang dikoordinatori oleh Triwibowo A.G,S.Si.,M.Kes, Tim Reservoir yang dikoordinatori oleh Drs.Ristiyanto,M.Kes, Tim Kebijakan dan Tim Manajemen. 

Untuk masing-masing tim mendapatkan materi terpisah. Untuk Tim Vektor mendapatkan materi dari para pakar yang memang sudah tidak asing lagi karena berasal dari Peneliti senior di B2P2VRP Salatiga sendiri. Para pakar yang antara lain Ibu Dra.Widiarti,M.Kes, Prof.Dr. Damar Triboewono,MS., Drs. Hasan Boesri,M.kes., dan Triwibowo A.G,S.Si.,M.Kes yang menyampaikan materi secara bergantian. Penyampaian materi juga diselingi dengan sharing pengalaman. Diharapkan dengan sharing pengalaman ini dapat  menambah pengetahuan. 

Permenkes Tentang Angka Kecukupan Gizi

Jejaring Gizi Indonesia - Mon, 09/08/2014 - 15:07

Angka Kecukupan Gizi (AKG) atau Recommended Dietary Allowances (DRA) merupakan kecukupan rata-rata zat gizi sehari bagi hampir semua orang sehat (97,5%) menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh aktifitas fisik, genetik dan keadaan fisiologis untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Di Indonesia, Angka Kecukupan Gizi (AKG) disusun dalam Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) setiap 5 tahun sekali sejak tahun 1978. AKG ini mencerminkan asupan rata-rata sehari yang dikonsumsi oleh populasi dan bukan merupakan perorangan/individu. Berbeda dengan kebutuhan gizi ( requirement), menggambarkan banyaknya zat gizi minimal yang diperlukan oleh masing-masing individu sehingga ada yang rendah dan tinggi yang dipengaruhi oleh faktor genetik. Kegunaan AKG yang dianjurkan adalah 1) untuk menilai kecukupan gizi yang telah dicapai melalui konsumsi makanan bagi penduduk. 2) untuk perencanaan dalam pemberian makanan tambahan maupun perencanaan makanan institusi. 3) untuk perencanaan penyediaan pangan tingkat regional maupun nasional. 4) Acuan pendidikan gizi; dan 5) Acuan label pangan yang mencantumkan informasi nilai gizi.

Rata-rata kecukupan energi dan protein bagi penduduk Indonesia tahun 2013 masing-masing sebesar 2150 Kilo kalori dan 57 gram protein perorang perhari pada tingkat konsumsi.  Sedemikian besarnya kegunaan AKG sehingga telah ditetapkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Permenkes tersebut  ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 November 2014 dan dapat diunggah melalui internet. Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini, maka Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1593/MENKES/SK/XI/2005 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

ACARA PUNCAK PEKAN ASI SEDUNIA TAHUN 2014.

Jejaring Gizi Indonesia - Mon, 09/08/2014 - 15:00

ASI adalah makanan bayi ciptaan Tuhan yang tak tergantikan dengan makanan dan minuman yang lain. Hak setiap bayi untuk mendapatkan ASI  dan hak ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya. . Oleh karena itu WHO/UNICEF telah  merekomendasikan standar emas  pemberian makan pada bayi  yaitu  menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan didahului dengan Inisiasi Menyusu Dini segera setelah lahir, mulai umur 6 bulan berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dan teruskan menyusu hingga anak berumur 2 tahun.

Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0–6 bulan di Indonesia menunjukkan sedikit penurunan dari 61,5 % tahun 2010 menjadi 61,1% pada tahun 2011. Namun cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai 6 bulan meningkat dari 33,6 % pada tahun 2010 menjadi 38,5 % pada tahun 2011. Cakupan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi beberapa hal, terutama masih terbatasnya tenaga konselor menyusui di fasilitas pelayanan kesehatan,  belum tersosialisasi secara merata Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, belum maksimalnya kegiatan edukasi, advokasi dan kampanye terkait pemberian ASI maupun MP-ASI,

Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week) diperingati setiap bulan Agustus, kegiatan ini  merupakan salah satu moment penting dalam meningkatkan kepedulian dan kesadaran  pemerintah maupun masyarakat terhadap pentingnya pemberian ASI kepada bayi hingga 2 tahun dan memberikan dukungan kepada ibu dalam mencapai keberhasilan menyusui bayinya.  Pekan ASI Sedunia tahun 2014 mengangkat tema global “ Breastfeeding: A Winning Goal for life”. dalam tema nasional Menyusui: Kemenangan untuk kehidupan serta Slogannya “Menyusui: Lindungi, dukung dan promosikan. Tujuan PAS 2014 adalah 1) menyediakan informasi tentang Millennium Development Goals (MDGs) 2015, bagaimana cara menghubungkan antara menyusui dan Pemberian Makanan Bayi Anak, 2) memperlihatkan kemajuan yang sudah ada dan sejauhmana kendala dalam menyusui dan Pemberian Makanan Bayi dan Anak, 3) memperhatikan pentingnya 10 langkah menuju keberhasilan menyusui sebagai kunci pokok untuk mencapai MDGs 2015, 4) menstimulasi perhatian generasi muda wanita dan pria untuk melihat relevansi pemberian Air Susu Ibu (ASI) terhadap perubahan dunia.  Beberapa hal perlu dilakukan semua pihak dalam meningkatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif. Salah satunya adalah  Penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) bagi Fasilitas Kesehatan Sayang Bayi, LMKM merupakan bagian yang sangat penting dalam meningkatkan cakupan pemberian ASI.

Salah satu  kegiatan PAS  tahun 2014 antara lain adalah Lomba Baduta Sehat Ibu Cerdas, dimana yang menjadi fokus penilaian adalah anak, ibu bagaimana pengasuhan dan cara pemberian makanan terhadap anak yang akan berdampak terhadap pertumbuhan serta perkembangan anaknya. Lomba diharapkan dilaksanakan oleh 34 propinsi  tergantung dengan situasi dan kondisi keuangan masing-masing daerah. Pemenang terbaik lomba tersebut akan dibawa serta pada acara Puncak PAS tahun 2014 atas biaya swadaya masing-masing daerah. Pemenang lomba akan mendapat penghargaan dari Ibu Menteri Kesehatan.

Sebagai akhir dari rangkaian kegiatan  PAS 2014 akan diselenggarakan Acara Puncak Pekan ASI tahun 2014 pada tanggal 15 September 2014 di Balai Kartini, Jl. Gatot Subroto 37, Jakarta Selatan .  Peserta  yang akan hadir pada acara puncak PAS lebih kurang  250 orang yaitu para Eselon 1, 2 Kementerian Kesehatan, para Eselon 1,2, Kemenko Kesra, Bappenas, Kemendagri, Kemeneg Pemberdayaan Perempuan dan Kementerian Tenaga Kerja. Lintas Program dan Lintas sektor terkait, Organisasi Profesi terkait program pemberian ASI, Tim Penggerak PKK Pusat , Penggiat ASI: IKMI, AIMI, SELASI, dll, LSM/ NGO, WHO, UNICEF.  Peserta Daerah dari 34 propinsi yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Ketua TP-PKK Provinsi.

Menkes Kunjungi 3 Rumah Sakit Khusus Vertikal Terbesar di Indonesia

Kemenkes - Mon, 09/08/2014 - 09:29
Senin (8/9), Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, didampingi Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI, Prof. dr. Akmal Taher, SpU (K), mengunjungi tiga Rumah Sakit Khusus Vertikal Kemenkes RI yang terbesar di Indonesia

Ebola situation in Liberia: non-conventional interventions needed

WHO News - Mon, 09/08/2014 - 08:27
During the past weeks, a WHO team of emergency experts worked together with President Ellen Johnson Sirleaf and members of her government to assess the Ebola situation in Liberia.

Transmission of the Ebola virus in Liberia is already intense and the number of new cases is increasing exponentially.

Poliovirus in Cameroon – update

WHO Disease Outbreak News - Sat, 09/06/2014 - 17:00
In Cameroon, 2 new wild poliovirus type 1 (WPV1) cases were reported from the East Region, with onset of paralysis on 26 June 2014 and 9 July 2014. Genetic sequencing of these latest isolated viruses confirms continued wild poliovirus circulation, gaps in surveillance resulting in undetected transmission and geographic expansion to new areas of the country.

The outbreak in Cameroon has been ongoing since at least October 2013. The outbreak continued into 2014, with international spread to Equatorial Guinea. In March 2014, WHO elevated the risk assessment of international spread of polio from Cameroon to very high, due to expanding circulation and influx of vulnerable refugee populations from Central African Republic (CAR). This risk assessment remains in place. Further undetected circulation in Cameroon cannot be ruled out. Moreover, the risk of virus spreading into CAR is considered to be particularly high given the large-scale population movements from CAR into Cameroon.

Pages

E-MAIL LOGIN


@litbang.depkes.go.id

  


APLIKASI










E-Journal Berlangganan




U L P



PENGUNJUNG

hit counter