You are here

Feed aggregator

Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) – Saudi Arabia

WHO Disease Outbreak News - Thu, 01/15/2015 - 17:15
Between 3 and 5 January 2015, the National IHR Focal Point for the Kingdom of Saudi Arabia (KSA) notified WHO of 3 additional cases of Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) infection.

Cases are listed by date of reporting, with the most recent case listed first.

WHO Director-General addresses childhood obesity commission

WHO Director-General Speeches - Tue, 01/13/2015 - 17:15
Distinguished members of the Commission, ladies and gentlemen,

Welcome back to Geneva. Thank you for again giving us your time and expertise. I will be brief. We all want to move quickly.

WHO Director-General opens high-level meeting on Ebola vaccines

WHO Director-General Speeches - Thu, 01/08/2015 - 15:00
Distinguished experts,

Good morning and welcome to this second high-level meeting on Ebola vaccines access and financing. I thank you again for giving us your expertise and your time.

Parade Badan Litbangkes 2014

B2P2VRP Salatiga - Wed, 01/07/2015 - 08:50

Pada hari senin, tanggal 29 Desember 2014 bertempat di Auditorium Siwabessy Gedung Kementerian Kesehatan, Badan Litbang Kesehatan mengadakan Parade Hasil Penelitian Kesehatan Tahun 2014. Acara ini bertujuan untuk menyajikan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan tahun 2014 kepada publik dengan konsep penyajian melalui video disertai paparan singkat dari pimpinan peneliti kemudian dilanjutkan dengan pemberian komentar oleh kalangan akademisi, industri serta media yang mewakili publik.

Dalam acara ini, ditampilkan 6 hasil penelitian Badan Litbangkes yaitu Studi Diet Total (SDT), Studi Kohort Tumbuh Kembang Anak dan Penyakit Tidak Menular, Riset Khusus Budaya, Kesiapan Laboratorium Litbangkes, Riset Khusus Vectora, dan Saintifikasi Jamu. Selain melaui pemaparan dan diskusi dalam forum, juga di tampilkan hasil-hasil penelitian tersebut dalam bentuk pameran yang berada di halaman depan Auditorium. 

New UNMEER chief arrives in Liberia to assess Ebola response

WHO News - Tue, 01/06/2015 - 16:00
The new Head of the United Nations Mission for Ebola Emergency Response (UNMEER), Ismail Ould Cheikh Ahmed, arrived in Liberia today as part of his first tour of the countries in West Africa most affected by the outbreak of the virus.

No Ebola cases detected in Iraq

WHO News - Tue, 01/06/2015 - 16:00
The Ministry of Health in Iraq, in collaboration with the World Health Organization (WHO), confirms that there is no suspected case of Ebola virus disease in Iraq as of 5 January 2015.

Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) – Jordan

WHO Disease Outbreak News - Mon, 01/05/2015 - 23:16
On 25 December 2014, the National IHR Focal Point of Jordan notified WHO of 1 additional case of Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) infection.

A 70-year-old, non-national male from Quriat city, Saudi Arabia who developed symptoms on 20 December. He was admitted to hospital in Quriat city on 21 December. The patient discharged himself from the hospital against medical advice and travelled to Jordan where he was admitted to a private hospital on 22 December. The patient was transferred back on 26 December to Saudi Arabia where he is presently admitted to a hospital in Quriat city. He has comorbidities. The patient has history of raw camel milk consumption. The patient has no history of exposure to other known risk factors in the 14 days prior to the onset of symptoms. Currently, he is critically ill and on mechanical ventilation.

Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) – Saudi Arabia

WHO Disease Outbreak News - Mon, 01/05/2015 - 22:15
Between 19 and 30 December 2014, the National IHR Focal Point for the Kingdom of Saudi Arabia (KSA) notified WHO of 3 additional cases of Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) infection, including 1 death.

Contact tracing of household contacts and healthcare contacts is ongoing for these cases.

BALIHO ASI, TUMPENG GIZI SEIMBANG DAN PIRING MAKANKU MENGHIASI HALAMAN PEMDA PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Jejaring Gizi Indonesia - Fri, 01/02/2015 - 09:48

BALIHO ASI, TUMPENG GIZI SEIMBANG DAN PIRING MAKANKU MENGHIASI HALAMAN PEMDA PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Tanjungpinang 23/11, GIZINET

 

Event Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2014 yang merupakan peringatan emas HKN ke-50 tidak disia-siakan oleh Pemda Provinsi Kepulauan Riau. Peringatan HKN Ke-50 merupakan momentum yang tepat untuk menyuarakan kepada masyarakat negeri ini agar bangkit dan mulai meninggalkan upaya kesehatan yang bersifat kuratif menuju upaya kesehatan yang lebih didominasi semangat preventif dan promotif. Oleh karena itu dukungan dari seluruh komponen masyarakat sangat diperlukan dalam mewujudnyatakan hal ini.

Atas inisiasi Dinas Kesehatan, Pemda Provinsi Kepulauan Riau dengan mengajak seluruh SKPD, TP PKK se Provinsi Kepri, Badan PP, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Provinsi Kepri, Badan PP se Provinsi Kepri, Institusi Pendidikan Kesehatan, Kader posyandu se Kota Tanjungpinang, Kader GOW se Kota Tanjungpinang dan masyarakat umum bersama-sama memperingati HKN ke 50, sekaligus merayakan puncak Pekan ASI Sedunia dalam rangka Gerakan Sadar Gizi. Tema setengah abad perjalanan pembangunan kesehatan bangsa Indonesia adalah “Sehat Bangsaku Sehat Negeriku”.

Tujuan umum kegiatan ini adalah menjadikan momentum ini sebagai  peringatan publik bahwa kesehatan harus bergerak dari wilayah kuratif ke arah promotif preventif. Dengan tujuan khususnya sebagai berikut:

  1. Masyarakat semakin mengerti arti penting Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, menjaga kesehatan dengan bergaya hidup sehat, dan berhenti untuk menghisap rokok.
  2. Pemerintah, Kepala Daerah, Dunia Usaha, organisasi kemasyarakatan turut ambil bagian dari peringatan HKN dengan kegiatan yang mendukung pembangunan kesehatan.
  3. Meningkatkan peran aktif organisasi kemasyarakatan dalam pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan Bangsa yang sehat.
  4. Membudayakan masyarakat untuk cinta hidup sehat.
  5. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang pola konsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
  6. Membudayakan masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik yang teratur dan terukur.
  7. Meningkatnya kerjasama dan dukungan para pemangku kepentingan yang strategis (pemerintah, swasta, dan masyarakat) dalam pengembangan dan penerapan norma sosial pola konsumsi makanan dan aktivitas fisik.
  8. Meningkatkan kepedulian dan kesadaran  pemerintah maupun masyarakat terhadap pentingnya pemberian ASI kepada bayi hingga 2 tahun dan memberikan dukungan kepada ibu dalam mencapai keberhasilan menyusui bayinya

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri H. Tjetjep Yudiana, SKM, M. Kes

selaku Penanggungjawab Kegiatan Peringatan ini mengingatkan kepada masyarakat bahwa: ”Menjaga diri tetap sehat adalah jauh lebih baik daripada mencari pengobatan saat keadaan penyakit sudah berkembang. Saya berharap kegiatan ini dapat membangkitkan komitmen masyarakat Indonesia agar mengedepankan semangat Preventif Promotif dalam mewujudkan “Sehat Bangsaku Sehat Negeriku”.

Kegiatan peringatan HKN ke 50 ini diikuti sekitar 1.500  orang. Selain acara puncak peringatan di halaman Pemda Kepri ini, serangkaian acara yang sudah dilaksanakan adalah sebagai berikut:

  1. Kelas ibu hamil bagi karyawati di lingkungan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau tanggal 13 Nopember 2014
  2. Senam Kebugaran tanggal 16 Nopember 2014
  3. Dalam rangka mendukung Kemenkes untuk memecahan rekor MURI cap tangan “Komitmen Tidak Merokok” tanggal 16 Nopember 2014 di Provinsi Kepulauan Riau telah dilakukan cap tangan sebanyak 2.288 cap tangan.
  4. Cuci Tangan Pakai Sabun tanggal 16 Nopember 2014
  5. Dialog Interaktif tentang ASI tanggal 14 Nopember 2014
  6. Senam sehat tanggal 23 Nopember 2014
  7. Pemeriksaan kesehatan tanggal 23 Nopember 2014
  8. Kampanye Gerakan Sadar Gizi tanggal 23 Nopember 2014
  9. Kampanye Pekan ASI Nasional tanggal 23 Nopember 2014

10. Konsultasi Gizi tanggal 23 Nopember 2014

Dalam sambutannya Gubernur Kepala Daerah yang diwakili oleh Wakil Gubernur mengingatkan kepada masyarakat tentang moto yang berbunyi:” Health is not everything, but without health everything is nothing”- Kesehatan bukanlah segalanya tapi tanpa kesehatan segalanya tidak berarti apa-apa”.

Beliau juga menambahkan dalam sambutannya bahwa :” Di era 80-an, kita mengenal istilah 4 sehat 5 Sempurna, kemudian di era 90-an hiangga 2013, kita mengenal istilah  Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), dan seiring kemajuan ilmu pengetahuan serta ilmu dan teknologi dibidang gizi, saat ini PUGS pun mengalami perubahan baik konsep maupun istilah menjadi Pedoman Gizi seimbang (PGS).  PGS adalah salah satu sarana pendidikan gizi untuk merubah perilaku konsumsi masyarakat yang merupakan faktor penting dalam meningkatkan status gizi masyarakat. Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan SDM yang berkualitas, karena dapat mencegah terjadinya penyakit gizi kurang dan penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus,  kanker yang dikenal dengan penyakit tidak menular (PTM) sebagai akibat dari kelebihan gizi  (kegemukan dan obese).”

Selain itu dalam sambutan tertulisnya Gubernur berpesan, agar para ibu memberikan ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan, karena ASI merupakan makanan yang paling sempurna, dan penuhi gizi seimbang sesuai Pedoman Gizi Seimbang yang digambarkan dalam Tumpeng Gizi Seimbang sebagai panduan konsumsi sehari – hari. Gubernur juga meminta kepada setiap SKPD untuk mendukung pemberian ASI dengan cara menyiapkan pojok/ruang laktasi di masing-masing SKPD, dibawah bimbingan Dinas Kesehatan serta mengintruksikan kepada seluruh Kepala SKPD untuk memberikan kesempatan bagi karyawan yang hamil, untuk mengikuti kelas ibu hamil yang dilaksanakan setiap hari kamis minggu ke 3 (tiga) setiap bulannya, di Aula Kantor Gubernur Dompak. Di akhir sambutannya, Gubernur berharap Allah Subhanahu wata’ala agar berkenan memberikan bimbingan, dan meridhoi semua usaha luhur  yang telah diupayakan, sehingga terwujud – SEHAT BANGSAKU, SEHAT NEGERIKU, SEHAT KEPRIKU, SEHAT MASYARAKATKU.

Dalam kesempatan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN – 50) ini pula telah disosialisasikan Gerakan Nasional Sadar Gizi dan Pedoman Gizi Seimbang. Sejak tahun 2010, PBB mencanangkan program “Scaling Up Nutrition” (SUN) secara global. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas program gizi di negara berkembang termasuk Indonesia dalam menghadapi beban ganda masalah gizi.Tujuan utama gerakan ini adalah mencegah dan mengurangi prevalensi anak pendek (“stunting“) karena kurang gizi kronis dan mencegah kegemukan akibat gizi lebih. Di Indonesia gerakan ini telah di canangkan sebagai Gerakan Peningkatan Perbaikan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada bulan September tahun 2012. Sasaran prioritas yaitu pada masa 1000 HPK, yaitu sejak hari pertama kehamilan sampai anak usia 2 tahun dalam menentukan masa depan bangsa. Ditekankan pula pentingnya memperhatikan status gizi dan kesehatan remaja perempuan calon pengantin. Gerakan 1000 HPK antara lain diarahkan untuk mencapai target antara lain pengurangan balita pendek hingga 40 persen, balita kurus kurang dari 5 persen, bayi lahir dengan berat badan rendah berkurang sebesar 30 persen, tidak terjadi peningkatan jumlah anak gemuk dan meningkatnya angka pemberian ASI eksklusif setidaknya 50 persen pada tahun 2025.

 

Kepala Subdit Bina Konsumsi Makanan selaku Nara Sumber dari Direktorat Bina Gizi menjelaskan bahwa terkait Gizi Seimbang perlu diingat 2 hal penting pertama Prinsip Gizi Seimbang dan kedua Pesan Gizi Seimbang. Prinsip Gizi Seimbang terdiri dari 4 empat) pilar yang pada dasarnya merupakan rangkaian upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk dengan memantau berat badan secara teratur. 4 Pilar tersebut adalah:

  1. Mengonsumsi anekaragam pangan.
  2. Membiasakan perilaku hidup bersih.
  3. Melakukan Aktifitas fisik.
  4. Memantau berat badan secara teratur untuk mempertahankan berat badan normal.

“Mengapa kita harus mengonsumsi pangan beraneka ragam?, karena sesungguhnya tidak ada satupun makanan yang sempurna, kecuali ASI. Oleh karena itu, kita harus mengonsumsi beraneka ragam makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh kita”, imbuhnya.

Berperilaku hidup bersih juga merupakan faktor yang sangat mempengaruhi status infeksi maupun status gizi setiap orang, seorang yang tidak memiliki perilaku hidup bersih dan sehat, tentu akan lebih mudah terinfeksi penyakit dibandingkan orang yang berperilaku hidup bersih dan sehat. Sementara aktifitas fisik akan sangat mempengaruhi sistem metabolisme tubuh kita, oleh karena itu, melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit, dua kali dalam seminggu sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh kita, sehingga berat badan normal kita akan tetap terjaga.

Hal kedua terkait Gizi Seimbang adalah Pesan Gizi Seimbang. Pesan gizi seimbang terbagi dalam pesan umum Gizi Seimbang dan pesan khusus Gizi seimbang. Pesan khusus merupakan penekanan pesan kepada kelompok khusus seperti untuk ibu hamil, Ibu Menyusui, bayi 0-6 bulan, bayi dan anak usia 6-24 bulan, anak usia 2-5 tahun, anak 6-9 tahun, anak 10-19 tahun (pra pubertas dan pubertas), untuk dewasa dan gizi seimbang untuk lanjut usia.

Adapun 10 pesan umum gizi seimbang yaitu :

  1. Syukuri dan Nikmati Aneka Ragam Makanan
  2. Banyak Makan Sayuran dan Cukup Buah-buahan
  3. Biasakan Mengonsumsi Lauk Pauk yang Mengandung Protein Tinggi
  4. Biasakan Mengonsumsi Aneka Ragam Makanan Pokok
  5. Batasi Konsumsi Pangan Manis,  Asin dan Berlemak
  6. Biasakan Sarapan
  7. Minum Air yang cukup dan Aman
  8. Biasakan Membaca Label pada Kemasan Pangan
  9. Cuci Tangan Pakai Sabun dengan Air Bersih Mengalir
  10. Lakukan Aktivitas Fisik yang Cukup dan Pertahankan Berat Badan Normal

Semoga dengan menjalankan gizi Seimbang di dalam masyarakat akan terwujud Bangsa Sehat Berprestasi.(Tim Gizinet)

Ebola virus disease – United Kingdom

WHO Disease Outbreak News - Tue, 12/30/2014 - 20:45
On 29 December 2014, WHO was notified by the National IHR Focal Point for the United Kingdom of a laboratory-confirmed case of Ebola Virus Disease (EVD). This is the first EVD case to be detected on UK soil.

The case is a female healthcare worker who has returned from volunteering at an Ebola treatment centre in Sierra Leone. The patient flew from Freetown to London via Casablanca, Morocco before reaching Glasgow on 28 December. The case displayed no symptoms of infectious Ebola throughout the journey, but is believed to have become febrile around the time of arrival to London.

Human infection with avian influenza A(H7N9) virus – China

Avian Influenza (WHO News Release) - Tue, 12/30/2014 - 17:03
On 27 December 2014, the Department of Health, Hong Kong Special Administrative Region confirmed a human infection with avian influenza A(H7N9) virus.

The patient is a 68-year-old female who developed symptoms on 19 December. The patient consulted two private doctors on 19 and 23 December and was admitted to hospital on 25 December. Currently, she is in critical condition.

Human infection with avian influenza A(H7N9) virus – China

WHO Disease Outbreak News - Tue, 12/30/2014 - 17:03
On 27 December 2014, the Department of Health, Hong Kong Special Administrative Region confirmed a human infection with avian influenza A(H7N9) virus.

The patient is a 68-year-old female who developed symptoms on 19 December. The patient consulted two private doctors on 19 and 23 December and was admitted to hospital on 25 December. Currently, she is in critical condition.

Pages




APLIKASI








E-Journal Berlangganan




PENGUNJUNG

hit counter