You are here

Jejaring Gizi Indonesia

Subscribe to Jejaring Gizi Indonesia feed
Jejaring Gizi Indonesia
Updated: 6 min 50 sec ago

Lomba poster gizi “Gizi Seimbang Bangsa Sehat Berprestasi”

Tue, 12/02/2014 - 15:02

Lomba poster gizi “Gizi Seimbang Bangsa Sehat Berprestasi” Ayoooo ikuti dan menangkan, hadiah jutaan rupiah. Informasi lomba dapat menghubungi Saudara Dra. Sulistiastutik, M.Kes, Sdr. Ayuni Ula Amrina. Telp. 0341-5581896, HP: 085755302475, 085784400107

Standar Terkini Pelayanan Gizi Rumah Sakit

Mon, 12/01/2014 - 16:24

Jakarta 1/12-Gizinet. Keadaan klinis, status gizi dan status metabolism tubuh merupakan dasar untuk penyesuaian pelayanan yang diberikan kepada pasien, dalam Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) standar terkini. Demikian dijelaskan oleh dr. Marina Damajanti, MKM, Kepala Subdirektorat Bina Gizi Klinik Direktorat Bina Gizi, Kementerian Kesehatan pada Temu Ilmiah Internasional di Jogyakarta 27 November ybl.

Marina Damajanti adalah salah satu dari belasan pembawa materi pada Temu Ilmiah Internasional yang diselenggarakan oleh organisasi profesi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) di Kota Jogyakarta, 26 s/d 28 November 2014.

Pada penyajian di bagian lain, Marina juga menyampaikan bahwa proses pelayanan gizi adalah sebuah rangkaian kegiatan yang meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, yang dilanjutkan dengan kesimpulan, anjuran, implementasi serta evaluasi gizi, makanan dan dietetic.

Dengan demikian, pelayanan gizi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu gizi, makanan, dan dietetic, dengan sasaran masyarakat umum, individu, maupun kelompok masyarakat tertentu seperti pasien rawat inap di rumah sakit. Tujuan pelayanan gizi adalah mencapai status kesehatan optimal dalam kondisi sehat atau sakit.

Temu Ilmiah Internasional diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kongres Nasional XV PERSAGI, dan dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan, Prof Dr dr Nila Djuwita Moeloek, SpM(K). (Tim Gizinet)

Waspada Es Batu dari Air Mentah

Mon, 11/24/2014 - 22:55

Jakarta – REPUBLIKA.CO.ID — Saat cuaca panas terik, memang nikmat minum segelas minuman dingin lengkap dengan es batu. Jika kita minum air dingin dengan es batu di rumah, sudah pasti akan terjamin kesehatannya karena kita membuat es batu sendiri dengan air matang yang sudah dimasak.  Tapi, apabila Anda membelinya di luar rumah, di jalan atau di restoran apakah sudah terjamin keamanannya? Apakah air yang digunakan untuk membuat es batu adalah air matang? Jawabannya belum pasti air matang. Menurut Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, Dr Roy A. Sparringa, M.App.Sc, bahan baku untuk membuat es batu itu bervariasi.

Tapi, penggunaan es batu dengan air mentah memang masih memprihatinkan. Salah satu sumber cemaran kuman utama dari yang kita konsumsi berasal dari es batu tersebut.

“Untuk itu kami sangat concern dengan keamanan dari es batu,” ujarnya kepada Republika melalui pesan singkatnya, Senin (24/11).

Jika bahan yang digunakan untuk membuat es batu adalah air mentah, lanjut Roy, dampaknya tentu bisa berisiko bagi kesehatan. Jika air tersebut mengandung patogen, tentu berdampak buruk bagi yang mengkonsumsinya. “Patogen justru dapat bertahan lama dalam es batu,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Roy juga pernah mengingatkan ada beberapa pangan jajan anak sekolah (PJAS) yang tidak memenuhi syarat dan mengandung bahan berbahaya.

Ada pula yang menggunakan bahan tambahan pangan melebihi batas yang diizinkan. Sejumlah kudapan bahkan memiliki kualitas mikrobiologi yang buruk. Data BPOM hingga semester satu tahun 2013 menunjukkan kudapan yang angka mikrobiologinya buruk masih sangat tinggi yakni 76 persen.

Tingginya permasalahan kualitas mikro biologi PJAS tersebut berasal dari rendahnya kesadaran higiene dan sanitasi penjual. Terbatasnya akses air bersih serta terbatasnya sarana dan prasarana yang memenuhi persyaratan kebersihan juga turut memengaruhi buruknya potret PJAS.

“Beberapa makanan dan minuman yang tidak memenuhi syarat di antaranya es, minuman berwarna dan sirup, jelly atau agar, bakso, dan mi,” ungkap Roy. Hasil uji coba BPOM menunjukkan jenis pangan yang paling tidak memenuhi syarat adalah produk es.

Kualitas mikrobiologinya terburuk karena terbuat dari air yang tidak memenuhi persyaratan kualitas air minum, tanpa klorinasi, dan tidak dimasak terlebih dahulu.

“Es balok sebenarnya digunakan untuk pendingin ikan, bukan untuk dikonsumsi,” jelas Roy kala itu.  Dengan mengkonsumsi es balok dan jajanan yang tak memenuhi syarat lainnya, anak akan mudah terpapar penyakit. Baik penyakit jangka pendek maupun jangka panjang. Penyakit yang paling sering dijumpai adalah diare, tipus, dan keracunan makanan.

Anak yang mengkonsumsi es balok juga ikut mengkonsumsi bakteri yang ada di dalam es balok yang terbuat dari air mentah.  “Bakteri tidak dapat mati dengan pembekuan, justru malah awet,” papar Roy mengingatkan.

Sumber: Republika Online – Senin, 24 November 2014

 Reporter : desy susilawati

Redaktur : Damanhuri Zuhri

 

Modul dan Kurikulum Pelatihan Surveilans Gizi Hampir Final

Thu, 11/20/2014 - 22:17

Jakarta, GIZINET (20/11). “Draft Modul dan Kurikulum sudah hampir final, jadi pada pertemuan nasional tanggal 7-9 Desember sudah bisa disosialisasikan,” demikian Kasubdit Bina Kewaspadaan Gizi (BKG), Galopong Sianturi SKM, MPH,  mengatakan di Bogor hari ini.

“Sudah sejak lama ditengarai pelaksanaan surveilans gizi tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dan dengan terbitnya Buku Surveilans Gizi yang lebih bersifat pegangan umum, mendasari pemikiran perlunya suatu pelatihan bagi petugas gizi.” Lanjut Sianturi.

“Untuk melatih surveilans gizi yang sesuai dengan buku pegangan tersebut, diperlukan Module dan Kurikulum Pelatihan. Sejak bulan Agustus lalu kami telah meminta Tim Khusus yang terdiri dari DR Abas B. Jahari MPH (Badan Litbangkes), Ir Tatang S. Falah MSc dan Ir Eman Sumarna MSc (PERSAGI), dibantu oleh Poltekkes Jakarta II, Poltekkes Bandung, dan Pusdiklat Aparatur Kesehatan, untuk menyusunnya.” Sianturi menambahkan.

Pada kesempatan berdialog, Kasubdit BKG juga menjelaskan bahwa mulai tahun 2015 akan disiapkan tenaga Pelatih melalui Pelatihan bagi Pelatih (TOT), sehingga dapat disebar ke beberapa wilayah untuk melatih petugas pelaksana gizi daerah.  “Dengan demikian, kegiatan surveilans gizi nantinya diharapkan tidak hanya sekedar normatif atau dikerjakan hanya di atas meja saja, tapi dapat benar-benar berjalan sehingga upaya preventif masalah gizi dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tanggal 7-9 Desember akan diselenggarakan sebuah pertemuan nasional program gizi yang akan menyajikan selain kebijakan program lima tahunan, juga tentang Pedoman Gizi Seimbang serta Modul dan Kurikulum Pelatihan Surveilans Gizi. (tim gizinet).

Ingin ASI Banyak? Makan Makanan Ini

Tue, 11/04/2014 - 09:37

Selain untuk kesehatan ibu setelah melahirkan, nutrisi yang mencukupi juga dibutuhkan bayi sebab akan memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Misalnya, makanan yang kaya zat besi karena ibu kehilangan banyak darah saat melahirkan dan asupan berkalsium agar produksi ASI tetap lancar.

Nah, berikut ini adalah pilihan makanan yang tepat usai melahirkan:

Menyusui Saat Berpuasa itu Menyehatkan, Asal…

 

1. Produk susu rendah lemak
Beberapa produk susu rendah lemak seperti yoghurt, susu, atau keju  dapat membuat produksi ASI lebih banyak. Makanan ini juga mengandung protein, vitamin B, dan vitamin D serta sumber kalsium terbaik yang dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan tulang bayi.

2. Telur
Telur adalah kombinasi sempurna dari lemak dan protein yang diperlukan wanita dalam diet sehat setelah melahirkan. Telur bisa membantu menjaga tubuh tetap kuat dan baik untuk perkembangan otak bayi.

3. Ikan salmon
Ikan salmon bagus untuk otak dan saraf bayi karena mengandung asam lemak Omega-3. Ikan salmon juga baik untuk kesehatan jantung.

4. Daging sapi
Daging sapi memiliki kandungan protein, zat besi, dan vitamin B12. Nutrisi-nutrisi tersebut baik untuk mengembalikan energi setelah melahirkan dan meningkatkan kualitas ASI.

5. Kacang-kacangan
Kacang hitam dan kacang merah kaya akan zat besi dan mengandung banyak protein nabati sehingga bisa  memperbanyak produksi ASI.

Selamat mencoba!

Ditinjau oleh dr. Fransisca Alvionita
Sumber: www.meetdoctor.com, https://id.she.yahoo.com/ingin-asi-banyak–makan-makanan-ini-042214991.html

Lomba pembuatan jingle HUT emas Kemenkes RI

Thu, 10/30/2014 - 13:53
Ikuti Lomba Pembuatan Jingle Menyambut Hari Ulang Tahun Emas Kementerian Kesehatan RI

 

TEMA JINGLE :

STOP MEROKOK

PERSYARATAN PESERTA:

  1. Terbuka untuk umum
  2. 1 peserta dapat mengirim 2 jingle
  3. Jingle dapat dikirim dalam bentuk CD dengan Format MP3 berdurasi 1 – 2 menit

KRITERIA

  1. Jingle yang dibuat mewakili musik ringan dan mudah diterima oleh seluruh masyarakat, berbahasa Indonesia
  2. Jingle adalah karya asli Penulis dan bukan mengambil/memindahkan karya orang lain
  3. Lirik, melodi, aransemen dan genre music bebas (etnik, pop, rock, reggae, blues dll)
  4. Jingle dinyanyikan dan diiringi minimal dengan 1(satu) alat music

KRITERIA PENILAIAN

  1. Original
  2. Kreatifitas
  3. Kesesuaian

HADIAH

  1. JUARA I    è  Trophy + Rp. 3.000.000,-
  2. JUARA II   è  Trophy + Rp. 2.000.000,-
  3. JUARA III   è  Trophy + Rp. 1.000.000,-

 

CD dapat diserahkan ke Panitia Lomba Jingle paling lambat tanggal 30 Oktober 2014

Contact Person : Aggriany Aprillia Sampe, ST (081318889379)

Email: aprillia_sampe@yahoo.com

 

 

 

 

Piranti Lunak NutriClin Bisa Diunduh

Wed, 10/22/2014 - 11:36

Jakarta, 22-10-14/Gizinet. Piranti lunak NutriClin versi 3.0 sekarang sudah dapat Anda unduh melalui panel menu pada situs jaringan GIZINET. Memang masih ada beberapa kekurangan, yang mudah-mudahan pada tahun 2014 ini bisa diperbaiki. Namun demikian, untuk proses pembelajaran dapat digunakan, karena kemungkinan panel menu tidak akan banyak berubah.  Gambar dibawah ini langkah-langkah untuk mengunduh melalui situs jaringan GIZINET.

NutriClin versi 3.0 masih berbasis 32 bit tetapi sudah dapat dioperasikan pada OS Windows berbasis system 64 bit, dengan mengaktifkan file pendukungnya yang sudah disediakan. Saran-saran dari para pengguna situs GIZINET sangat berarti bagi kami, dan sebagian sudah dimasukkan dalam rancangan perbaikan tahun ini.

Piranti lunak NutriClin pada dasarnya adalah alat bantu konseling gizi, yang diharapkan dapat membantu proses konseling gizi di poliklinik gizi. Jika pengguna adalah Ahli Gizi dan sudah mahir dan menguasai menu-menu dalam NutriClin, ada beberapa manfaat yang dapat  diperoleh. Diantara manfaat itu adalah : 1) Efisiensi waktu karena tidak perlu lagi membuka Buku Daftar Komposisi Bahan Makanan dan tidak perlu lagi kalkulator untuk menghitung hasil anamnesis diet, 2) Saat anamnesis Ahli Gizi bisa lebih fokus menggali (probing) informasi dari klien sambil melakukan umpan balik sekaligus, karena hasil hitungan sudah langsung terlihat di layar monitor, 3) Akurasi perhitungan lebih tepat dan proses bisa lebih cepat, karena kalkulasi dilakukan oleh komputer. (eman/Tim Gizinet)

 

Kualitas Balita Tak Semata Diukur Dari Kesehatannya

Sun, 10/19/2014 - 13:38

REPUBLIKA.CO.ID, Anak terutama balita berkualitas tak hanya diukur dari kesehatannya. Tetapi, pertumbuhan, perkembangan, perilaku, emosi, spiritual, kognitif dan perkembangan spiritualnya harus berkembang sesuai usianya.

“Lingkungan berperan besar dalam tumbuh kembang anak. Pada fungsi kognitif anak usia 2-4 tahun, sebanyak 20 persen ditentukan faktor genetik sedangkan 70 persen ditentukan lingkungan asuhan bersama,” ujar konsultan tumbuh kembang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Bernie Endyarni Medise, SpA (K), MPH, dalam seminar media di Jakarta, Kamis (16/10).

Bernie mengatakan, ciri khas anak tumbuh optimal dapat diukur dari berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Sementara anak dikatakan berkembang ditandai dengan kematangan fungsi organ tubuhnya.

Perkembangan ini diantaranya ditandai dengan berbagai hal, yakni motor kasar yang mencakup tengkurap, duduk, berdiri dan berlari. Lalu, motor halus yang dicirikan dengan kemampuan meraih mainan dan memegang sendok. Tanda lainnya ialah kemampuan berbahasa, kemandirian atau personal sosial.

Bernie mengungkapkan, agar anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, maka orang tua harus memperhatikan sejumlah hal, yakni, faktor biologis yang mencakup nutrisi, imunisasi, kebersihan badan, lingkungan, pengobatan, olahraga dan bermain.

Dia melanjutkan, kebutuhan lainnya ialah stimulasi, yang mencakup sensorik, motorik, emosi, kognitif, mandiri dan kepemimpinan. Kemudian, orang tua juga harus memenuhi kebutuhan anak soal kasih sayang. Orang tua, kata dia, layaknya memberikan rasa aman dan nyaman pada anak.

“Orang tua perlu memperhatikan pola pengasuhan anak yang tepat. Pola pengasuhan terbaik adalah demokratik. Di sini, anak diberikan kesempatan untuk berbicara dan berpendapat,” kata Bernie.

Selain itu, Bernie menyebutkan, sejumlah hal lain agar proses tumbuh dan berkembang seorang anak dapat optimal, yakni orang tua perlu melibatkan diri dalam kegiatan anak, jangan terlalu memanjakan anak, membuat aturan dan memastikan anak untuk mematuhinya.

Kemudian, lanjut dia, orang tua juga harus konsisten dengan aturan yang telah dibuat, sebisa mungkin memberikan pujian atas usaha yang telah dilakukan anak, memberikan kesempatan anak untuk mengeksplorasi lingkungan serta mengajarkan anak mandiri sesuai tahapan perkembangannya. Prayogi/Republika

Sumber : Republika Online – Gaya Hidup/ Kamis, 16 Oktober 2014

28 Ahli Gizi Puskesmas se-Sultra Ikuti Sosialisasi NutriClin

Sat, 10/11/2014 - 11:42

Kendari, 10/10 – GIZINET. Sebanyak 28 orang Ahli Gizi yang bertugas di 14 puskesmas rawat inap se-Provinsi Sulawesi Tenggara hadir dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas Gizi Puskesmas Perawatan Dalam Penggunaan Software NutriClin bertempat di Hotel Grand Putri Wisata, Kota Kendari. Kegiatan tsb diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sultra sejak tanggal 7 s/d 10 Oktober 2014, dengan menghadirkan Konsultan NutriClin dari DPP Persagi yang ditugaskan oleh Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan.

Antusiasme yang tinggi mewarnai proses pembelajaran yang diberikan sejak awal sampai akhir. Seluruh peserta menyatakan bahwa penggunaan piranti lunak konseling gizi NutriClin merupakan sesuatu yang baru, dan dirasakan bermanfaat bagi proses konseling di tempat kerja masing-masing. Suhu udara yang amat panas di luar tempat pertemuan, tidak mempengaruhi keseriusan dan motivasi yang tinggi dari peserta untuk mempelajari dan mempraktekkan penggunaan NutriClin, yang saat ini sudah memasuki versi 3.  Meski demikian, sesuai dengan arahan Pemateri, Ir Eman Sumarna MSc, kemahiran menggunakan NutriClin tidaklah mungkin dapat dicapai dalam waktu dua atau tiga hari. Diperlukan waktu yang berkesinambungan tiap hari untuk mendalaminya dan menggunakannya sehingga benar-benar dirasakan sebagai alat bantu konseling gizi.

Kamarullah SKM MKes, Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dalam suatu kesempatan dialog, menyatakan bahwa NutriClin ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas dan kompetensi Ahli Gizi terutamaKonselor Gizi, yang bertugas di Puskesmas Perawatan se-Provinsi Sultra. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas komputer, baik jenis desktop maupun jenis laptop di setiap puskesmas. Diharapkannya kemampuan petugas dengan tersedianya piranti lunak NutriClin, dapat menjadi pertimbangan para pengambil kebijakan untuk melengkapi fasilitas pendukung berupa pengadaan komputer tambahan untuk konseling gizi. Demikian Kamarullah.

Sebelum Pemateri kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan proses pembelajaran selama tiga hari, seluruh peserta dan panitia berfoto dilanjutkan dengan bersama makan siang bersama. (Tim GIZINET)

NutriClin versi 3

Wed, 10/08/2014 - 23:13

Software PSG

Fri, 10/03/2014 - 10:38

Pemberitahuan

 

Bagi dinas kesehatan kabupaten/kota dan Provinsi, silahkan download aplikasi PSG di http://gizi.depkes.go.id/download_gizinet

 

red GIZINET

 

Undangan Acara Puncak Pekan Asi Sedunia

Tue, 09/09/2014 - 12:19

UNDANGAN ACARA PUNCAK PAS TAHUN 2014

 

 

Nomor      :  TU.05.01/B.II/2514-1 /2014                            29 Agustus  2014

Lampiran :  1 (satu) berkas

Hal            :  Undangan Acara Puncak PAS 2014

 

 

Yang terhormat,

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi di seluruh Indonesia, beserta

Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi di seluruh Indonesia

 

Dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia (PAS) tahun 2014 dengan tema global  Breastfeeding: A Winning Goal for life , yang diadaptasi dengan tema nasional Menyusui: Kemenangan untuk kehidupan Direktorat Jenderal Bina Gizi  dan KIA akan menyelenggarakan Acara Puncak Pekan ASI Sedunia Tahun 2014 yang akan diselenggarakan pada :

 

Hari/ Tanggal : Senin, 15 September 2014

Waktu             : 08.30 WIB s.d 16.00 WIB.

Tempat             : Balai Kartini, Jl. Gatot Subroto  No.37 ,  Jakarta Selatan

Peserta diharapkan sudah hadir pada hari Minggu, 14 September 2014 pukul 16.00 WIB di Hotel Pomelotel, Jl. Dukuh Patra Raya  No. 28, Kuningan Jakarta Selatan dengan membawa Surat Tugas. Biaya transportasi dan uang harian berasal dari dana DIPA masing-masing propinsi yang sudah di dekonkan. Panitia penyelenggara hanya menanggung biaya akomodasi dan penyelenggaraan di Balai Kartini ( Fullboard Meeting) untuk dua orang Undangan tersebut diatas.

 

Bagi propinsi yang telah mengadakan lomba Baduta Sehat Ibu Cerdas di wilayahnya, agar membawa serta Ibu dan Anak pemenang Lomba tersebut ke acara puncak ini atas  biaya swadaya dari masing-masing propinsi.

 

Atas perhatian dan  kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih.

 

Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA,

Ttd.

 

dr. Anung  Sugihantono, M.Kes

NIP. 19603201985021002

 

NB: Undangan ini sudah kami kirim melalui email masing2, mohon bagi yg belum menerima, agar menghubungi panitia di Subdit Bina Konsumsi Makanan, ( Sdr. Satrio, hp 082141884484). Bagi daerah yg belum mengirimkan berkas lomba baduta sehat dapat mengirimkan ke email subditbkm@yahoo.com  karena seleksi tk pusat akan dilaksanakan 11 Agustus 2014 yad. Terima kasih

Permenkes Tentang Angka Kecukupan Gizi

Mon, 09/08/2014 - 15:07

Angka Kecukupan Gizi (AKG) atau Recommended Dietary Allowances (DRA) merupakan kecukupan rata-rata zat gizi sehari bagi hampir semua orang sehat (97,5%) menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh aktifitas fisik, genetik dan keadaan fisiologis untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Di Indonesia, Angka Kecukupan Gizi (AKG) disusun dalam Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) setiap 5 tahun sekali sejak tahun 1978. AKG ini mencerminkan asupan rata-rata sehari yang dikonsumsi oleh populasi dan bukan merupakan perorangan/individu. Berbeda dengan kebutuhan gizi ( requirement), menggambarkan banyaknya zat gizi minimal yang diperlukan oleh masing-masing individu sehingga ada yang rendah dan tinggi yang dipengaruhi oleh faktor genetik. Kegunaan AKG yang dianjurkan adalah 1) untuk menilai kecukupan gizi yang telah dicapai melalui konsumsi makanan bagi penduduk. 2) untuk perencanaan dalam pemberian makanan tambahan maupun perencanaan makanan institusi. 3) untuk perencanaan penyediaan pangan tingkat regional maupun nasional. 4) Acuan pendidikan gizi; dan 5) Acuan label pangan yang mencantumkan informasi nilai gizi.

Rata-rata kecukupan energi dan protein bagi penduduk Indonesia tahun 2013 masing-masing sebesar 2150 Kilo kalori dan 57 gram protein perorang perhari pada tingkat konsumsi.  Sedemikian besarnya kegunaan AKG sehingga telah ditetapkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Permenkes tersebut  ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 November 2014 dan dapat diunggah melalui internet. Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini, maka Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1593/MENKES/SK/XI/2005 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

ACARA PUNCAK PEKAN ASI SEDUNIA TAHUN 2014.

Mon, 09/08/2014 - 15:00

ASI adalah makanan bayi ciptaan Tuhan yang tak tergantikan dengan makanan dan minuman yang lain. Hak setiap bayi untuk mendapatkan ASI  dan hak ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya. . Oleh karena itu WHO/UNICEF telah  merekomendasikan standar emas  pemberian makan pada bayi  yaitu  menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan didahului dengan Inisiasi Menyusu Dini segera setelah lahir, mulai umur 6 bulan berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dan teruskan menyusu hingga anak berumur 2 tahun.

Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0–6 bulan di Indonesia menunjukkan sedikit penurunan dari 61,5 % tahun 2010 menjadi 61,1% pada tahun 2011. Namun cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai 6 bulan meningkat dari 33,6 % pada tahun 2010 menjadi 38,5 % pada tahun 2011. Cakupan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi beberapa hal, terutama masih terbatasnya tenaga konselor menyusui di fasilitas pelayanan kesehatan,  belum tersosialisasi secara merata Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, belum maksimalnya kegiatan edukasi, advokasi dan kampanye terkait pemberian ASI maupun MP-ASI,

Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week) diperingati setiap bulan Agustus, kegiatan ini  merupakan salah satu moment penting dalam meningkatkan kepedulian dan kesadaran  pemerintah maupun masyarakat terhadap pentingnya pemberian ASI kepada bayi hingga 2 tahun dan memberikan dukungan kepada ibu dalam mencapai keberhasilan menyusui bayinya.  Pekan ASI Sedunia tahun 2014 mengangkat tema global “ Breastfeeding: A Winning Goal for life”. dalam tema nasional Menyusui: Kemenangan untuk kehidupan serta Slogannya “Menyusui: Lindungi, dukung dan promosikan. Tujuan PAS 2014 adalah 1) menyediakan informasi tentang Millennium Development Goals (MDGs) 2015, bagaimana cara menghubungkan antara menyusui dan Pemberian Makanan Bayi Anak, 2) memperlihatkan kemajuan yang sudah ada dan sejauhmana kendala dalam menyusui dan Pemberian Makanan Bayi dan Anak, 3) memperhatikan pentingnya 10 langkah menuju keberhasilan menyusui sebagai kunci pokok untuk mencapai MDGs 2015, 4) menstimulasi perhatian generasi muda wanita dan pria untuk melihat relevansi pemberian Air Susu Ibu (ASI) terhadap perubahan dunia.  Beberapa hal perlu dilakukan semua pihak dalam meningkatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif. Salah satunya adalah  Penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) bagi Fasilitas Kesehatan Sayang Bayi, LMKM merupakan bagian yang sangat penting dalam meningkatkan cakupan pemberian ASI.

Salah satu  kegiatan PAS  tahun 2014 antara lain adalah Lomba Baduta Sehat Ibu Cerdas, dimana yang menjadi fokus penilaian adalah anak, ibu bagaimana pengasuhan dan cara pemberian makanan terhadap anak yang akan berdampak terhadap pertumbuhan serta perkembangan anaknya. Lomba diharapkan dilaksanakan oleh 34 propinsi  tergantung dengan situasi dan kondisi keuangan masing-masing daerah. Pemenang terbaik lomba tersebut akan dibawa serta pada acara Puncak PAS tahun 2014 atas biaya swadaya masing-masing daerah. Pemenang lomba akan mendapat penghargaan dari Ibu Menteri Kesehatan.

Sebagai akhir dari rangkaian kegiatan  PAS 2014 akan diselenggarakan Acara Puncak Pekan ASI tahun 2014 pada tanggal 15 September 2014 di Balai Kartini, Jl. Gatot Subroto 37, Jakarta Selatan .  Peserta  yang akan hadir pada acara puncak PAS lebih kurang  250 orang yaitu para Eselon 1, 2 Kementerian Kesehatan, para Eselon 1,2, Kemenko Kesra, Bappenas, Kemendagri, Kemeneg Pemberdayaan Perempuan dan Kementerian Tenaga Kerja. Lintas Program dan Lintas sektor terkait, Organisasi Profesi terkait program pemberian ASI, Tim Penggerak PKK Pusat , Penggiat ASI: IKMI, AIMI, SELASI, dll, LSM/ NGO, WHO, UNICEF.  Peserta Daerah dari 34 propinsi yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Ketua TP-PKK Provinsi.

E-MAIL LOGIN


@litbang.depkes.go.id

  


APLIKASI










E-Journal Berlangganan




U L P



PENGUNJUNG

hit counter