You are here

Jejaring Gizi Indonesia

Subscribe to Jejaring Gizi Indonesia feed
Jejaring Gizi Indonesia
Updated: 1 hour 35 min ago

Bahaya Mie Instant bagi kesehatan

Tue, 01/27/2015 - 10:15

 

REPUBLIKA.CO.ID, Mi instan merupakan makanan populer yang dapat dimakan siang dan malam, terutama bagi mahasiswa di akhir bulan. Murah dan mengenyangkan menjadi faktor mi instan populer.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh Dr Braden Kuo dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, dapat membuat para penikmat mi instan berpikir ulang untuk kembali memakan mi. Dilansir dari laman Mercola, Ahad (25/1), berikut hasil yang mencengangkan dari penelitian Dr Kuo yang menggunakan kamera berukuran sangat mini untuk melihat apa yang terjadi dengan mi instan di dalam saluran pencernaan.

Mi instan tidak hancur dalam proses pencernaan berjam-jam
Mi instan, termasuk juga mie ramen asal Jepang, tidak hancur selama dua jam proses pencernaan di dalam tubuh. Bentuk mi yang masih utuh memaksa saluran pencernaan manusia bekerja ekstra keras untuk memecah makanan tersebut.

Jika mi instan tetap ada di dalam saluran pencernaan untuk waktu yang lama, akan sangat berdampak pada penyerapan nutrisi makanan lain. Selain itu, di dalam mi itu sendiri, tidak ada nutrisi yang bisa diserap tubuh. Sebaliknya, tubuh akan menyerap zat-zat aditif, termasuk zat beracun dari bahan pengawet, seperti tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ).

Pengawet TBHQ sangat berbahaya bagi tubuh
TBHQ merupakan bahan kimia yang sering disebut memiliki fungsi sebagai antioksidan. Hanya saja, TBHQ merupakan antioksidan yang berasal dari bahan kimia sintetis, bukan antioksidan alami. Zat ini berfungsi untuk mencegak oksidasi lemak dan minyak, sehingga dapat memperpanjang masa simpan makanan olahan, atau biasa disebut bahan pengawet.

TBHQ biasa digunakan di dalam makanan olahan instan. Tapi, bahan kimia tersebut juga bisa ditemukan di dalam bahan non-makanan, seperti pestisida, kosmetik, dan parfum, karena sifatnya yang bisa mengurangi tingkat penguapan.

Lima gram zat TBHQ dapat membahayakan tubuh manusia. Efek dari terlalu sering mengonsumsi TBHQ adalah mual disertai muntah, terjadi dering di telinga, mengigau, dan sesak napas.

Mi instan timbulkan gangguan metabolisme
Seseorang yang mengonsumsi mi instan lebih dari dua kali dalam seminggu berisiko mengalami gangguan metabolisme, yaitu gejala-gelaja tubuh seperti obesitas, tekanan darah tinggi, peningkatan kadar gula darah, dan kolesterol. Diketahui wanita 68 persen lebih berisiko dari pria.

Para konsumen mi instan memiliki asupan nutrisi lebih rendah, seperti protein, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, vitamin A, niasin, dan vitamin C. Hal tersebut diperparah dengan ditemukannya zat Benzopyrene (zat penyebab kanker) di dalam sejumlah merk mi instan.

Selain itu, penyebab penyakit yang berasal dari mie instan lainnya adalah kandungan monosodium glutamat (MSG). MSG dapat menyebabkan disfungsi otak dan kerusakan berbagai organ. Selain itu, zat ini juga dapat menimbulkan sejumlah penyakit, seperti Alzheimer, Parkinson, dan bahkan penyakit kesulitan belajar.

 

sumber : Yahoo.com

 

LOGO HGN Ke 55 TAHUN 2015

Tue, 01/20/2015 - 08:48

Berikut adalah logo Hari Gizi Nasional ke 55 Tahun 2015

Kandungan Gizi Dalam udang

Mon, 01/19/2015 - 15:15

 

Vemale.com - Banyak orang suka dengan seafood, namun tak jarang juga yang alergi dengan seafood, apalagi udang. Bagi mereka yang alergi, mungkin tidak bisa menikmatinya, tapi bila Anda termasuk yang gemar dengan sajian udang, maka beberapa fakta gizi tentang udang juga perlu Anda ketahui.

Berdasarkan news.health.com, satu ekor udang mengandung sekitar 7 kalori dan jika Anda makan lebih dari 10 ekor udang saja, kalori yang Anda makan masih lebih sedikit dari jumlah kalori dada ayam yang mencapai 85 kalori. Hal ini menunjukkan bahwa udang merupakan makanan rendah kalori.

Kenyataan ini sangat baik, untuk menjaga keseimbangan berat badan. Jadi jika Anda ingin diet, udang adalah salah satu daging yang baik dikonsumsi. Selain itu, udang juga sumber dari protein. Selain kadar airnya yang tinggi, udang memiliki sekitar 20 gr protein dalam satu ekornya. Udang juga memiliki sedikit lemak serta karbohidrat.

Selain kaya protein, udang juga menyediakan berbagai macam nutrisi penting. Empat ons udang kukus mengandung lebih dari 100% kebutuhan harian selenium, lebih dari 75% untuk vitamin B12, lebih dari 50% kebutuhan fosfor, dan lebih dari 30% untuk kolin, tembaga, dan yodium. Selenium terutama berperan penting sebagai antioksidan yang membantu melawan kerusakan sel dan DNA yang menyebabkan penuaan dini, menjaga kekebalan tubuh dan fungsi tiroid.

Antioksidan lain yang terdapat di dalam udang disebut astaxanthin, juga telah terbukti membantu mengurangi peradangan, pemicu penuaan dini dan penyakit. Jadi, tidak ada ruginya memilih menu udang untuk makan weekend ini Ladies.

 

Sumber : http://www.vemale.com/kesehatan/77503-pecinta-udang-ini-3-fakta-gizi-udang-yang-perlu-diketahui.html

BALIHO ASI, TUMPENG GIZI SEIMBANG DAN PIRING MAKANKU MENGHIASI HALAMAN PEMDA PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Fri, 01/02/2015 - 09:48

BALIHO ASI, TUMPENG GIZI SEIMBANG DAN PIRING MAKANKU MENGHIASI HALAMAN PEMDA PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Tanjungpinang 23/11, GIZINET

 

Event Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2014 yang merupakan peringatan emas HKN ke-50 tidak disia-siakan oleh Pemda Provinsi Kepulauan Riau. Peringatan HKN Ke-50 merupakan momentum yang tepat untuk menyuarakan kepada masyarakat negeri ini agar bangkit dan mulai meninggalkan upaya kesehatan yang bersifat kuratif menuju upaya kesehatan yang lebih didominasi semangat preventif dan promotif. Oleh karena itu dukungan dari seluruh komponen masyarakat sangat diperlukan dalam mewujudnyatakan hal ini.

Atas inisiasi Dinas Kesehatan, Pemda Provinsi Kepulauan Riau dengan mengajak seluruh SKPD, TP PKK se Provinsi Kepri, Badan PP, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Provinsi Kepri, Badan PP se Provinsi Kepri, Institusi Pendidikan Kesehatan, Kader posyandu se Kota Tanjungpinang, Kader GOW se Kota Tanjungpinang dan masyarakat umum bersama-sama memperingati HKN ke 50, sekaligus merayakan puncak Pekan ASI Sedunia dalam rangka Gerakan Sadar Gizi. Tema setengah abad perjalanan pembangunan kesehatan bangsa Indonesia adalah “Sehat Bangsaku Sehat Negeriku”.

Tujuan umum kegiatan ini adalah menjadikan momentum ini sebagai  peringatan publik bahwa kesehatan harus bergerak dari wilayah kuratif ke arah promotif preventif. Dengan tujuan khususnya sebagai berikut:

  1. Masyarakat semakin mengerti arti penting Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, menjaga kesehatan dengan bergaya hidup sehat, dan berhenti untuk menghisap rokok.
  2. Pemerintah, Kepala Daerah, Dunia Usaha, organisasi kemasyarakatan turut ambil bagian dari peringatan HKN dengan kegiatan yang mendukung pembangunan kesehatan.
  3. Meningkatkan peran aktif organisasi kemasyarakatan dalam pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan Bangsa yang sehat.
  4. Membudayakan masyarakat untuk cinta hidup sehat.
  5. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang pola konsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
  6. Membudayakan masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik yang teratur dan terukur.
  7. Meningkatnya kerjasama dan dukungan para pemangku kepentingan yang strategis (pemerintah, swasta, dan masyarakat) dalam pengembangan dan penerapan norma sosial pola konsumsi makanan dan aktivitas fisik.
  8. Meningkatkan kepedulian dan kesadaran  pemerintah maupun masyarakat terhadap pentingnya pemberian ASI kepada bayi hingga 2 tahun dan memberikan dukungan kepada ibu dalam mencapai keberhasilan menyusui bayinya

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri H. Tjetjep Yudiana, SKM, M. Kes

selaku Penanggungjawab Kegiatan Peringatan ini mengingatkan kepada masyarakat bahwa: ”Menjaga diri tetap sehat adalah jauh lebih baik daripada mencari pengobatan saat keadaan penyakit sudah berkembang. Saya berharap kegiatan ini dapat membangkitkan komitmen masyarakat Indonesia agar mengedepankan semangat Preventif Promotif dalam mewujudkan “Sehat Bangsaku Sehat Negeriku”.

Kegiatan peringatan HKN ke 50 ini diikuti sekitar 1.500  orang. Selain acara puncak peringatan di halaman Pemda Kepri ini, serangkaian acara yang sudah dilaksanakan adalah sebagai berikut:

  1. Kelas ibu hamil bagi karyawati di lingkungan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau tanggal 13 Nopember 2014
  2. Senam Kebugaran tanggal 16 Nopember 2014
  3. Dalam rangka mendukung Kemenkes untuk memecahan rekor MURI cap tangan “Komitmen Tidak Merokok” tanggal 16 Nopember 2014 di Provinsi Kepulauan Riau telah dilakukan cap tangan sebanyak 2.288 cap tangan.
  4. Cuci Tangan Pakai Sabun tanggal 16 Nopember 2014
  5. Dialog Interaktif tentang ASI tanggal 14 Nopember 2014
  6. Senam sehat tanggal 23 Nopember 2014
  7. Pemeriksaan kesehatan tanggal 23 Nopember 2014
  8. Kampanye Gerakan Sadar Gizi tanggal 23 Nopember 2014
  9. Kampanye Pekan ASI Nasional tanggal 23 Nopember 2014

10. Konsultasi Gizi tanggal 23 Nopember 2014

Dalam sambutannya Gubernur Kepala Daerah yang diwakili oleh Wakil Gubernur mengingatkan kepada masyarakat tentang moto yang berbunyi:” Health is not everything, but without health everything is nothing”- Kesehatan bukanlah segalanya tapi tanpa kesehatan segalanya tidak berarti apa-apa”.

Beliau juga menambahkan dalam sambutannya bahwa :” Di era 80-an, kita mengenal istilah 4 sehat 5 Sempurna, kemudian di era 90-an hiangga 2013, kita mengenal istilah  Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), dan seiring kemajuan ilmu pengetahuan serta ilmu dan teknologi dibidang gizi, saat ini PUGS pun mengalami perubahan baik konsep maupun istilah menjadi Pedoman Gizi seimbang (PGS).  PGS adalah salah satu sarana pendidikan gizi untuk merubah perilaku konsumsi masyarakat yang merupakan faktor penting dalam meningkatkan status gizi masyarakat. Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan SDM yang berkualitas, karena dapat mencegah terjadinya penyakit gizi kurang dan penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus,  kanker yang dikenal dengan penyakit tidak menular (PTM) sebagai akibat dari kelebihan gizi  (kegemukan dan obese).”

Selain itu dalam sambutan tertulisnya Gubernur berpesan, agar para ibu memberikan ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan, karena ASI merupakan makanan yang paling sempurna, dan penuhi gizi seimbang sesuai Pedoman Gizi Seimbang yang digambarkan dalam Tumpeng Gizi Seimbang sebagai panduan konsumsi sehari – hari. Gubernur juga meminta kepada setiap SKPD untuk mendukung pemberian ASI dengan cara menyiapkan pojok/ruang laktasi di masing-masing SKPD, dibawah bimbingan Dinas Kesehatan serta mengintruksikan kepada seluruh Kepala SKPD untuk memberikan kesempatan bagi karyawan yang hamil, untuk mengikuti kelas ibu hamil yang dilaksanakan setiap hari kamis minggu ke 3 (tiga) setiap bulannya, di Aula Kantor Gubernur Dompak. Di akhir sambutannya, Gubernur berharap Allah Subhanahu wata’ala agar berkenan memberikan bimbingan, dan meridhoi semua usaha luhur  yang telah diupayakan, sehingga terwujud – SEHAT BANGSAKU, SEHAT NEGERIKU, SEHAT KEPRIKU, SEHAT MASYARAKATKU.

Dalam kesempatan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN – 50) ini pula telah disosialisasikan Gerakan Nasional Sadar Gizi dan Pedoman Gizi Seimbang. Sejak tahun 2010, PBB mencanangkan program “Scaling Up Nutrition” (SUN) secara global. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas program gizi di negara berkembang termasuk Indonesia dalam menghadapi beban ganda masalah gizi.Tujuan utama gerakan ini adalah mencegah dan mengurangi prevalensi anak pendek (“stunting“) karena kurang gizi kronis dan mencegah kegemukan akibat gizi lebih. Di Indonesia gerakan ini telah di canangkan sebagai Gerakan Peningkatan Perbaikan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada bulan September tahun 2012. Sasaran prioritas yaitu pada masa 1000 HPK, yaitu sejak hari pertama kehamilan sampai anak usia 2 tahun dalam menentukan masa depan bangsa. Ditekankan pula pentingnya memperhatikan status gizi dan kesehatan remaja perempuan calon pengantin. Gerakan 1000 HPK antara lain diarahkan untuk mencapai target antara lain pengurangan balita pendek hingga 40 persen, balita kurus kurang dari 5 persen, bayi lahir dengan berat badan rendah berkurang sebesar 30 persen, tidak terjadi peningkatan jumlah anak gemuk dan meningkatnya angka pemberian ASI eksklusif setidaknya 50 persen pada tahun 2025.

 

Kepala Subdit Bina Konsumsi Makanan selaku Nara Sumber dari Direktorat Bina Gizi menjelaskan bahwa terkait Gizi Seimbang perlu diingat 2 hal penting pertama Prinsip Gizi Seimbang dan kedua Pesan Gizi Seimbang. Prinsip Gizi Seimbang terdiri dari 4 empat) pilar yang pada dasarnya merupakan rangkaian upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk dengan memantau berat badan secara teratur. 4 Pilar tersebut adalah:

  1. Mengonsumsi anekaragam pangan.
  2. Membiasakan perilaku hidup bersih.
  3. Melakukan Aktifitas fisik.
  4. Memantau berat badan secara teratur untuk mempertahankan berat badan normal.

“Mengapa kita harus mengonsumsi pangan beraneka ragam?, karena sesungguhnya tidak ada satupun makanan yang sempurna, kecuali ASI. Oleh karena itu, kita harus mengonsumsi beraneka ragam makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh kita”, imbuhnya.

Berperilaku hidup bersih juga merupakan faktor yang sangat mempengaruhi status infeksi maupun status gizi setiap orang, seorang yang tidak memiliki perilaku hidup bersih dan sehat, tentu akan lebih mudah terinfeksi penyakit dibandingkan orang yang berperilaku hidup bersih dan sehat. Sementara aktifitas fisik akan sangat mempengaruhi sistem metabolisme tubuh kita, oleh karena itu, melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit, dua kali dalam seminggu sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh kita, sehingga berat badan normal kita akan tetap terjaga.

Hal kedua terkait Gizi Seimbang adalah Pesan Gizi Seimbang. Pesan gizi seimbang terbagi dalam pesan umum Gizi Seimbang dan pesan khusus Gizi seimbang. Pesan khusus merupakan penekanan pesan kepada kelompok khusus seperti untuk ibu hamil, Ibu Menyusui, bayi 0-6 bulan, bayi dan anak usia 6-24 bulan, anak usia 2-5 tahun, anak 6-9 tahun, anak 10-19 tahun (pra pubertas dan pubertas), untuk dewasa dan gizi seimbang untuk lanjut usia.

Adapun 10 pesan umum gizi seimbang yaitu :

  1. Syukuri dan Nikmati Aneka Ragam Makanan
  2. Banyak Makan Sayuran dan Cukup Buah-buahan
  3. Biasakan Mengonsumsi Lauk Pauk yang Mengandung Protein Tinggi
  4. Biasakan Mengonsumsi Aneka Ragam Makanan Pokok
  5. Batasi Konsumsi Pangan Manis,  Asin dan Berlemak
  6. Biasakan Sarapan
  7. Minum Air yang cukup dan Aman
  8. Biasakan Membaca Label pada Kemasan Pangan
  9. Cuci Tangan Pakai Sabun dengan Air Bersih Mengalir
  10. Lakukan Aktivitas Fisik yang Cukup dan Pertahankan Berat Badan Normal

Semoga dengan menjalankan gizi Seimbang di dalam masyarakat akan terwujud Bangsa Sehat Berprestasi.(Tim Gizinet)

Lomba poster gizi “Gizi Seimbang Bangsa Sehat Berprestasi”

Tue, 12/02/2014 - 15:02

Lomba poster gizi “Gizi Seimbang Bangsa Sehat Berprestasi” Ayoooo ikuti dan menangkan, hadiah jutaan rupiah. Informasi lomba dapat menghubungi Saudara Dra. Sulistiastutik, M.Kes, Sdr. Ayuni Ula Amrina. Telp. 0341-5581896, HP: 085755302475, 085784400107

Standar Terkini Pelayanan Gizi Rumah Sakit

Mon, 12/01/2014 - 16:24

Jakarta 1/12-Gizinet. Keadaan klinis, status gizi dan status metabolism tubuh merupakan dasar untuk penyesuaian pelayanan yang diberikan kepada pasien, dalam Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) standar terkini. Demikian dijelaskan oleh dr. Marina Damajanti, MKM, Kepala Subdirektorat Bina Gizi Klinik Direktorat Bina Gizi, Kementerian Kesehatan pada Temu Ilmiah Internasional di Jogyakarta 27 November ybl.

Marina Damajanti adalah salah satu dari belasan pembawa materi pada Temu Ilmiah Internasional yang diselenggarakan oleh organisasi profesi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) di Kota Jogyakarta, 26 s/d 28 November 2014.

Pada penyajian di bagian lain, Marina juga menyampaikan bahwa proses pelayanan gizi adalah sebuah rangkaian kegiatan yang meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, yang dilanjutkan dengan kesimpulan, anjuran, implementasi serta evaluasi gizi, makanan dan dietetic.

Dengan demikian, pelayanan gizi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu gizi, makanan, dan dietetic, dengan sasaran masyarakat umum, individu, maupun kelompok masyarakat tertentu seperti pasien rawat inap di rumah sakit. Tujuan pelayanan gizi adalah mencapai status kesehatan optimal dalam kondisi sehat atau sakit.

Temu Ilmiah Internasional diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kongres Nasional XV PERSAGI, dan dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan, Prof Dr dr Nila Djuwita Moeloek, SpM(K). (Tim Gizinet)

Waspada Es Batu dari Air Mentah

Mon, 11/24/2014 - 22:55

Jakarta – REPUBLIKA.CO.ID — Saat cuaca panas terik, memang nikmat minum segelas minuman dingin lengkap dengan es batu. Jika kita minum air dingin dengan es batu di rumah, sudah pasti akan terjamin kesehatannya karena kita membuat es batu sendiri dengan air matang yang sudah dimasak.  Tapi, apabila Anda membelinya di luar rumah, di jalan atau di restoran apakah sudah terjamin keamanannya? Apakah air yang digunakan untuk membuat es batu adalah air matang? Jawabannya belum pasti air matang. Menurut Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, Dr Roy A. Sparringa, M.App.Sc, bahan baku untuk membuat es batu itu bervariasi.

Tapi, penggunaan es batu dengan air mentah memang masih memprihatinkan. Salah satu sumber cemaran kuman utama dari yang kita konsumsi berasal dari es batu tersebut.

“Untuk itu kami sangat concern dengan keamanan dari es batu,” ujarnya kepada Republika melalui pesan singkatnya, Senin (24/11).

Jika bahan yang digunakan untuk membuat es batu adalah air mentah, lanjut Roy, dampaknya tentu bisa berisiko bagi kesehatan. Jika air tersebut mengandung patogen, tentu berdampak buruk bagi yang mengkonsumsinya. “Patogen justru dapat bertahan lama dalam es batu,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Roy juga pernah mengingatkan ada beberapa pangan jajan anak sekolah (PJAS) yang tidak memenuhi syarat dan mengandung bahan berbahaya.

Ada pula yang menggunakan bahan tambahan pangan melebihi batas yang diizinkan. Sejumlah kudapan bahkan memiliki kualitas mikrobiologi yang buruk. Data BPOM hingga semester satu tahun 2013 menunjukkan kudapan yang angka mikrobiologinya buruk masih sangat tinggi yakni 76 persen.

Tingginya permasalahan kualitas mikro biologi PJAS tersebut berasal dari rendahnya kesadaran higiene dan sanitasi penjual. Terbatasnya akses air bersih serta terbatasnya sarana dan prasarana yang memenuhi persyaratan kebersihan juga turut memengaruhi buruknya potret PJAS.

“Beberapa makanan dan minuman yang tidak memenuhi syarat di antaranya es, minuman berwarna dan sirup, jelly atau agar, bakso, dan mi,” ungkap Roy. Hasil uji coba BPOM menunjukkan jenis pangan yang paling tidak memenuhi syarat adalah produk es.

Kualitas mikrobiologinya terburuk karena terbuat dari air yang tidak memenuhi persyaratan kualitas air minum, tanpa klorinasi, dan tidak dimasak terlebih dahulu.

“Es balok sebenarnya digunakan untuk pendingin ikan, bukan untuk dikonsumsi,” jelas Roy kala itu.  Dengan mengkonsumsi es balok dan jajanan yang tak memenuhi syarat lainnya, anak akan mudah terpapar penyakit. Baik penyakit jangka pendek maupun jangka panjang. Penyakit yang paling sering dijumpai adalah diare, tipus, dan keracunan makanan.

Anak yang mengkonsumsi es balok juga ikut mengkonsumsi bakteri yang ada di dalam es balok yang terbuat dari air mentah.  “Bakteri tidak dapat mati dengan pembekuan, justru malah awet,” papar Roy mengingatkan.

Sumber: Republika Online – Senin, 24 November 2014

 Reporter : desy susilawati

Redaktur : Damanhuri Zuhri

 

Modul dan Kurikulum Pelatihan Surveilans Gizi Hampir Final

Thu, 11/20/2014 - 22:17

Jakarta, GIZINET (20/11). “Draft Modul dan Kurikulum sudah hampir final, jadi pada pertemuan nasional tanggal 7-9 Desember sudah bisa disosialisasikan,” demikian Kasubdit Bina Kewaspadaan Gizi (BKG), Galopong Sianturi SKM, MPH,  mengatakan di Bogor hari ini.

“Sudah sejak lama ditengarai pelaksanaan surveilans gizi tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dan dengan terbitnya Buku Surveilans Gizi yang lebih bersifat pegangan umum, mendasari pemikiran perlunya suatu pelatihan bagi petugas gizi.” Lanjut Sianturi.

“Untuk melatih surveilans gizi yang sesuai dengan buku pegangan tersebut, diperlukan Module dan Kurikulum Pelatihan. Sejak bulan Agustus lalu kami telah meminta Tim Khusus yang terdiri dari DR Abas B. Jahari MPH (Badan Litbangkes), Ir Tatang S. Falah MSc dan Ir Eman Sumarna MSc (PERSAGI), dibantu oleh Poltekkes Jakarta II, Poltekkes Bandung, dan Pusdiklat Aparatur Kesehatan, untuk menyusunnya.” Sianturi menambahkan.

Pada kesempatan berdialog, Kasubdit BKG juga menjelaskan bahwa mulai tahun 2015 akan disiapkan tenaga Pelatih melalui Pelatihan bagi Pelatih (TOT), sehingga dapat disebar ke beberapa wilayah untuk melatih petugas pelaksana gizi daerah.  “Dengan demikian, kegiatan surveilans gizi nantinya diharapkan tidak hanya sekedar normatif atau dikerjakan hanya di atas meja saja, tapi dapat benar-benar berjalan sehingga upaya preventif masalah gizi dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tanggal 7-9 Desember akan diselenggarakan sebuah pertemuan nasional program gizi yang akan menyajikan selain kebijakan program lima tahunan, juga tentang Pedoman Gizi Seimbang serta Modul dan Kurikulum Pelatihan Surveilans Gizi. (tim gizinet).

Ingin ASI Banyak? Makan Makanan Ini

Tue, 11/04/2014 - 09:37

Selain untuk kesehatan ibu setelah melahirkan, nutrisi yang mencukupi juga dibutuhkan bayi sebab akan memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Misalnya, makanan yang kaya zat besi karena ibu kehilangan banyak darah saat melahirkan dan asupan berkalsium agar produksi ASI tetap lancar.

Nah, berikut ini adalah pilihan makanan yang tepat usai melahirkan:

Menyusui Saat Berpuasa itu Menyehatkan, Asal…

 

1. Produk susu rendah lemak
Beberapa produk susu rendah lemak seperti yoghurt, susu, atau keju  dapat membuat produksi ASI lebih banyak. Makanan ini juga mengandung protein, vitamin B, dan vitamin D serta sumber kalsium terbaik yang dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan tulang bayi.

2. Telur
Telur adalah kombinasi sempurna dari lemak dan protein yang diperlukan wanita dalam diet sehat setelah melahirkan. Telur bisa membantu menjaga tubuh tetap kuat dan baik untuk perkembangan otak bayi.

3. Ikan salmon
Ikan salmon bagus untuk otak dan saraf bayi karena mengandung asam lemak Omega-3. Ikan salmon juga baik untuk kesehatan jantung.

4. Daging sapi
Daging sapi memiliki kandungan protein, zat besi, dan vitamin B12. Nutrisi-nutrisi tersebut baik untuk mengembalikan energi setelah melahirkan dan meningkatkan kualitas ASI.

5. Kacang-kacangan
Kacang hitam dan kacang merah kaya akan zat besi dan mengandung banyak protein nabati sehingga bisa  memperbanyak produksi ASI.

Selamat mencoba!

Ditinjau oleh dr. Fransisca Alvionita
Sumber: www.meetdoctor.com, https://id.she.yahoo.com/ingin-asi-banyak–makan-makanan-ini-042214991.html

Lomba pembuatan jingle HUT emas Kemenkes RI

Thu, 10/30/2014 - 13:53
Ikuti Lomba Pembuatan Jingle Menyambut Hari Ulang Tahun Emas Kementerian Kesehatan RI

 

TEMA JINGLE :

STOP MEROKOK

PERSYARATAN PESERTA:

  1. Terbuka untuk umum
  2. 1 peserta dapat mengirim 2 jingle
  3. Jingle dapat dikirim dalam bentuk CD dengan Format MP3 berdurasi 1 – 2 menit

KRITERIA

  1. Jingle yang dibuat mewakili musik ringan dan mudah diterima oleh seluruh masyarakat, berbahasa Indonesia
  2. Jingle adalah karya asli Penulis dan bukan mengambil/memindahkan karya orang lain
  3. Lirik, melodi, aransemen dan genre music bebas (etnik, pop, rock, reggae, blues dll)
  4. Jingle dinyanyikan dan diiringi minimal dengan 1(satu) alat music

KRITERIA PENILAIAN

  1. Original
  2. Kreatifitas
  3. Kesesuaian

HADIAH

  1. JUARA I    è  Trophy + Rp. 3.000.000,-
  2. JUARA II   è  Trophy + Rp. 2.000.000,-
  3. JUARA III   è  Trophy + Rp. 1.000.000,-

 

CD dapat diserahkan ke Panitia Lomba Jingle paling lambat tanggal 30 Oktober 2014

Contact Person : Aggriany Aprillia Sampe, ST (081318889379)

Email: aprillia_sampe@yahoo.com

 

 

 

 

Piranti Lunak NutriClin Bisa Diunduh

Wed, 10/22/2014 - 11:36

Jakarta, 22-10-14/Gizinet. Piranti lunak NutriClin versi 3.0 sekarang sudah dapat Anda unduh melalui panel menu pada situs jaringan GIZINET. Memang masih ada beberapa kekurangan, yang mudah-mudahan pada tahun 2014 ini bisa diperbaiki. Namun demikian, untuk proses pembelajaran dapat digunakan, karena kemungkinan panel menu tidak akan banyak berubah.  Gambar dibawah ini langkah-langkah untuk mengunduh melalui situs jaringan GIZINET.

NutriClin versi 3.0 masih berbasis 32 bit tetapi sudah dapat dioperasikan pada OS Windows berbasis system 64 bit, dengan mengaktifkan file pendukungnya yang sudah disediakan. Saran-saran dari para pengguna situs GIZINET sangat berarti bagi kami, dan sebagian sudah dimasukkan dalam rancangan perbaikan tahun ini.

Piranti lunak NutriClin pada dasarnya adalah alat bantu konseling gizi, yang diharapkan dapat membantu proses konseling gizi di poliklinik gizi. Jika pengguna adalah Ahli Gizi dan sudah mahir dan menguasai menu-menu dalam NutriClin, ada beberapa manfaat yang dapat  diperoleh. Diantara manfaat itu adalah : 1) Efisiensi waktu karena tidak perlu lagi membuka Buku Daftar Komposisi Bahan Makanan dan tidak perlu lagi kalkulator untuk menghitung hasil anamnesis diet, 2) Saat anamnesis Ahli Gizi bisa lebih fokus menggali (probing) informasi dari klien sambil melakukan umpan balik sekaligus, karena hasil hitungan sudah langsung terlihat di layar monitor, 3) Akurasi perhitungan lebih tepat dan proses bisa lebih cepat, karena kalkulasi dilakukan oleh komputer. (eman/Tim Gizinet)

 

Kualitas Balita Tak Semata Diukur Dari Kesehatannya

Sun, 10/19/2014 - 13:38

REPUBLIKA.CO.ID, Anak terutama balita berkualitas tak hanya diukur dari kesehatannya. Tetapi, pertumbuhan, perkembangan, perilaku, emosi, spiritual, kognitif dan perkembangan spiritualnya harus berkembang sesuai usianya.

“Lingkungan berperan besar dalam tumbuh kembang anak. Pada fungsi kognitif anak usia 2-4 tahun, sebanyak 20 persen ditentukan faktor genetik sedangkan 70 persen ditentukan lingkungan asuhan bersama,” ujar konsultan tumbuh kembang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Bernie Endyarni Medise, SpA (K), MPH, dalam seminar media di Jakarta, Kamis (16/10).

Bernie mengatakan, ciri khas anak tumbuh optimal dapat diukur dari berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Sementara anak dikatakan berkembang ditandai dengan kematangan fungsi organ tubuhnya.

Perkembangan ini diantaranya ditandai dengan berbagai hal, yakni motor kasar yang mencakup tengkurap, duduk, berdiri dan berlari. Lalu, motor halus yang dicirikan dengan kemampuan meraih mainan dan memegang sendok. Tanda lainnya ialah kemampuan berbahasa, kemandirian atau personal sosial.

Bernie mengungkapkan, agar anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, maka orang tua harus memperhatikan sejumlah hal, yakni, faktor biologis yang mencakup nutrisi, imunisasi, kebersihan badan, lingkungan, pengobatan, olahraga dan bermain.

Dia melanjutkan, kebutuhan lainnya ialah stimulasi, yang mencakup sensorik, motorik, emosi, kognitif, mandiri dan kepemimpinan. Kemudian, orang tua juga harus memenuhi kebutuhan anak soal kasih sayang. Orang tua, kata dia, layaknya memberikan rasa aman dan nyaman pada anak.

“Orang tua perlu memperhatikan pola pengasuhan anak yang tepat. Pola pengasuhan terbaik adalah demokratik. Di sini, anak diberikan kesempatan untuk berbicara dan berpendapat,” kata Bernie.

Selain itu, Bernie menyebutkan, sejumlah hal lain agar proses tumbuh dan berkembang seorang anak dapat optimal, yakni orang tua perlu melibatkan diri dalam kegiatan anak, jangan terlalu memanjakan anak, membuat aturan dan memastikan anak untuk mematuhinya.

Kemudian, lanjut dia, orang tua juga harus konsisten dengan aturan yang telah dibuat, sebisa mungkin memberikan pujian atas usaha yang telah dilakukan anak, memberikan kesempatan anak untuk mengeksplorasi lingkungan serta mengajarkan anak mandiri sesuai tahapan perkembangannya. Prayogi/Republika

Sumber : Republika Online – Gaya Hidup/ Kamis, 16 Oktober 2014

28 Ahli Gizi Puskesmas se-Sultra Ikuti Sosialisasi NutriClin

Sat, 10/11/2014 - 11:42

Kendari, 10/10 – GIZINET. Sebanyak 28 orang Ahli Gizi yang bertugas di 14 puskesmas rawat inap se-Provinsi Sulawesi Tenggara hadir dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas Gizi Puskesmas Perawatan Dalam Penggunaan Software NutriClin bertempat di Hotel Grand Putri Wisata, Kota Kendari. Kegiatan tsb diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sultra sejak tanggal 7 s/d 10 Oktober 2014, dengan menghadirkan Konsultan NutriClin dari DPP Persagi yang ditugaskan oleh Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan.

Antusiasme yang tinggi mewarnai proses pembelajaran yang diberikan sejak awal sampai akhir. Seluruh peserta menyatakan bahwa penggunaan piranti lunak konseling gizi NutriClin merupakan sesuatu yang baru, dan dirasakan bermanfaat bagi proses konseling di tempat kerja masing-masing. Suhu udara yang amat panas di luar tempat pertemuan, tidak mempengaruhi keseriusan dan motivasi yang tinggi dari peserta untuk mempelajari dan mempraktekkan penggunaan NutriClin, yang saat ini sudah memasuki versi 3.  Meski demikian, sesuai dengan arahan Pemateri, Ir Eman Sumarna MSc, kemahiran menggunakan NutriClin tidaklah mungkin dapat dicapai dalam waktu dua atau tiga hari. Diperlukan waktu yang berkesinambungan tiap hari untuk mendalaminya dan menggunakannya sehingga benar-benar dirasakan sebagai alat bantu konseling gizi.

Kamarullah SKM MKes, Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dalam suatu kesempatan dialog, menyatakan bahwa NutriClin ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas dan kompetensi Ahli Gizi terutamaKonselor Gizi, yang bertugas di Puskesmas Perawatan se-Provinsi Sultra. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas komputer, baik jenis desktop maupun jenis laptop di setiap puskesmas. Diharapkannya kemampuan petugas dengan tersedianya piranti lunak NutriClin, dapat menjadi pertimbangan para pengambil kebijakan untuk melengkapi fasilitas pendukung berupa pengadaan komputer tambahan untuk konseling gizi. Demikian Kamarullah.

Sebelum Pemateri kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan proses pembelajaran selama tiga hari, seluruh peserta dan panitia berfoto dilanjutkan dengan bersama makan siang bersama. (Tim GIZINET)

NutriClin versi 3

Wed, 10/08/2014 - 23:13

E-MAIL LOGIN


@litbang.depkes.go.id

  


APLIKASI










E-Journal Berlangganan




U L P



PENGUNJUNG

hit counter