|
Sabtu, 24 Maret 2007 - 15:10 WIB
Hati yang sehat bisa
menyaring racun dan melakukan proses detoksifikasi secara optimal. Bila
hati sakit, otomatis racun bakal tertumpuk dan tubuh rentan terkena
penyakit serius, salah satunya sirosis. Apa yang harus dilakukan agar kita
tak sakit hati?
Hati atau lever merupakan organ paling besar dan paling berat yang ada di
dalam tubuh. Beratnya sekitar 3 pound atau 1,3 kg. Letaknya berada di
bagian atas sebelah kanan abdomen dan di bawah tulang rusuk.
Organ hati yang cukup besar ini setara dengan fungsinya yang cukup berat.
Setidaknya lebih dari 500 pekerjaan dilakukan oleh lever. Hati menjadi
tempat menyaring segala sesuatu yang dikonsumsi maupun dihirup manusia,
termasuk yang diserap dari permukaan kulit.
Dalam situs Hepatitis Foundation International disebutkan, lever
bertindak sebagai mesin tubuh, dapur, penyaring, pengolah makanan,
pembuangan sampah, dan malaikat pelindung. Masalahnya, hati merupakan
teman yang pendiam. Manakala ada sesuatu yang salah, ia tidak mengeluh
hingga terjadi kerusakan lebih jauh.
Perlu kepedulian kita supaya hati terjaga, tetap sehat dan bebas dari
penyakit. Untuk memperoleh kondisi itu, kita harus menganut diet sehat,
olahraga teratur, mendapat udara bersih, dan menghindari hal-hal yang
dapat merusak hati.
Kerja Berat
Yang menyedihkan, umumnya kita hanya memiliki sedikit pemahaman
tentang fungsi hati yang sedemikian rumit, vital, dan bekerja tiada henti.
Sebelum bayi lahir, hatinya berperan sebagai organ utama dalam pembentukan
darah. Saat tumbuh menjadi seorang manusia, fungsi pokok hati adalah
menyaring dan mendetoksifikasi segala sesuatu yang dimakan, dihirup, dan
diserap melalui kulit. Ia menjadi pembangkit tenaga kimia internal,
mengubah zat gizi makanan menjadi otot, energi, hormon, faktor pembekuan
darah, dan kekebalan tubuh.
Hati juga menyimpan beberapa vitamin, mineral (termasuk zat besi), dan
gula, mengatur penyimpanan lemak dan mengontrol produksi serta ekskresi
kolesterol. Empedu yang dihasilkan oleh sel hati membantu mencerna makanan
dan menyerap zat gizi penting. Juga menetralkan dan menghancurkan
substansi beracun serta memetabolisme alkohol, membantu menghambat infeksi,
dan mengeluarkan bakteri dari aliran darah. Tampak jelas, hati bukan hanya
teman yang pendiam, tetapi juga sahabat baik.
Tugas hati memang sangat berat dan luas. Dikatakan oleh Dr. Ari Fahrial
Syam, Sp.PD-KGEH, fungsi hati meliputi enzimatik, hormonal, dan darah. "Hati
menyediakan enzim yang diperlukan untuk metabolisme, melakukan
detoksifikasi, membentuk faktor pembekuan darah, dan beberapa hormon,"
tuturnya.
Hati juga mendetoksifikasi dengan menetralkan racun dari obat-obatan,
meski tidak semua obat berhasil didetoksifikasi hati. Bila tidak berhasil,
bisa menimbulkan gangguan fungsi hati. Di satu sisi, bila terjadi gangguan
dan membuat sebagian organ hati mesti dibuang, organ sisanya masih dapat
berfungsi.
Untuk itulah, kesehatan organ hati mesti dijaga. Dijelaskan oleh konsultan
gastro-enterolog hepatologi dari FKUI/RSCM itu, tindakan menjaga kesehatan
hati dilihat dari dua hal, yaitu mencegah terjadinya hepatitis dan
perlemakan hati (fatty liver).
Awas Gorengan
Upaya pencegahan hepatitis yang disebabkan oleh virus, seperti pada
hepatitis B, dilakukan dengan vaksinasi. Hepatitis A tidak perlu
divaksinasi karena biasanya hanya bersifat akut dan tidak kronis. Kecuali
bila ada wabah hepatitis A, vaksinasi bisa dilakukan.
Lain halnya dengan hepatitis B. Tindakan perlindungan perlu dilakukan.
Contohnya, jika pasangan menderita hepatitis B, harus ada perlindungan
supaya tidak tertular. Pemeriksaan status hepatitis juga perlu dilakukan
pada anggota keluarga. Jika belum terinfeksi, vaksinasi hepatitis B bisa
diberikan. Selain itu, tindakan pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah
tidak menggunakan alat yang berpotensi menularkan virus tersebut secara
bersama-sama, misalnya sikat gigi dan pisau cukur.
Untuk masalah perlemakan hati, pola hiduplah yang mesti diubah. Fatty
liver atau perlemakan hati, menurut dokter lulusan FKUI ini, terjadi
akibat gaya hidup. "Sering mengonsumsi makanan berlemak atau gorengan
dapat menimbulkan fatty liver," ujarnya. Akibatnya sel-sel di dalam
hati akan tertimbun lemak dan dapat menambah komplikasi pada hati.
Konsumsi alkohol secara berlebihan pun dapat menimbulkan perlemakan hati.
Begitu juga dengan kondisi obesitas atau kelebihan berat badan. Dr. Ari
menyarankan agar segera mengubah gaya hidup yang lebih menyehatkan. Dengan
menghindari makanan penuh lemak dan kolesterol, menurunkan berat badan,
berolahraga secara teratur, dan istirahat cukup, hati kita akan tetap
sehat.
Sumber: Gaya Hidup Sehat
Sumber :
http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0703/24/151054.htm
Back to Top
|
Home
|