Pertemuan WHO-SEARO tentang International Health Regation (IHR) di Nepal

Pada tanggal 22 - 24 September 2014 ini saya diminta oleh WHO untuk menjadi Temporary Adviser dalam pertemuan WHO SEARO tentang International Health Regation (IHR), di Kathmandu Nepal. Di pertemuan yang dihadiri oleh seluruh negara anggota WHO SEARO ini saya menyajikan presentasi tentang Penyakit Paru dan Pernapasan di dunia dan Asia Tenggara, serta menjadi fasilitator‎ bagi diskusi untuk mengambil kesimpulan dan rekomendasi tentang implementasi IHR di WHO SEARO.



LINDUNGI DIRI DARI BAHAYA ASAP KEBAKARAN HUTAN

Jakarta (19/9) - Kebakaran hutan yang kini melanda Sumatera dan Kalimantan memberikan dampak kesehatan bagi masyarakat. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Prof. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE menjelaskan, "Asap kebakaran hutan dapat menimbulkan gangguan pada paru dan pernafasan, seperti peningkatan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan perburukan penyakit asma, bronkitis dan emfisema.



Master of Trainer (MOT) Kegiatan Analisis Cemaran Kimia Makanan

Studi Diet Total (SDT), riset yang dilakukan oleh Badan Litbangkes bertujuan untuk menyediakan data tentang kecukupan dan keamanan makanan yang di konsumsi oleh penduduk Indonesia ini terus berlanjut. Pada 15-20 September 2014 lalu, bertempat di Hotel Permata Bogor dilakukan Master of Trainer (MOT) dalam rangka Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM).



MEMBANGUN JEJARING KERJASAMA LITBANG GAKI

Medan (18/9) – Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) atau Iodine Deficiency Disorders (IDD) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Berbagai upaya untuk menuju eliminasi GAKI terus dilakukan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, upaya-upaya tersebut harus dilakukan dengan melibatkan lintas sektor.



New Emerging dan Re-emerging Disease

I. Pertanyaan 1) : Dari kasus flu burung, MERS Co-V dan ebola, saya perhatikan bahwa seiring dengan tingginya mobilitas manusia, perubahan iklim, penyakit yang terus berevolusi, juga migrasi vektor, ancaman penyebaran penyakit lintas negara semakin besar. Sehingga penyakit yang sudah sejak dulu ada di tempat lain yang jauh sekarang bisa saja ada di negara kita, yang dulu tidak mungkin sekarang jadi mungkin. Melihat fenomena tersebut, apa sebenarnya yang sedang terjadi?



Pages



E-MAIL LOGIN


@litbang.depkes.go.id

  


APLIKASI








L P B



E-Journal Berlangganan




U L P



PENGUNJUNG

hit counter