You are here

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Malaria

Setiap tahunnya, Malaria selalu mengiringi masalah kesehatan yang timbul di negeri ini. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles betina ini hingga sekarang masih saja menjadi penyakit yang menakutkan. Bila tidak ditangani dengan cepat, kondisi tubuh akan mudah menurun drastis serta berujung pada kematian. Mirisnya lagi, Malaria acapkali menyasar pada kelompok dengan resiko tinggi yaitu bayi, anak balita, serta ibu hamil. Penyakit ini pun diketahui secara langsung menyebabkan anemia dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Hingga saat ini, penyakit ini masih masuk dalam kategori banyak kasusnya dan tersebar pada sebagian besar wilayah Indonesia.

Sebenarnya Malaria ini tidak hanya menjadi masalah kesehatan Indonesia semata. Namun telah menjadi masalah kesehatan dunia. WHO dalam The World Malaria Report (2005) mengungkapkan walau berbagai upaya telah dilakukan, namun malaria masih saja menjadi masalah kesehatan utama di 107 negara di dunia. Bahkan menurut situs detik health.com, berdasarkan The World Malaria Report 2011, setengah dari penduduk dunia beresiko terkena malaria. Dan ternyata, malaria ini tak hanya berimbas pada semakin menurunnya kualitas kesehatan namun juga menimbulkan berbagai masalah lain.

Malaria memiliki gejala awal yang menyerupai gejala influenza, sehingga kerap kali pada gejala awal ini penderita tidak menduga bahwa malaria lah penyakit yang sedang diderita. Seringkali penderita baru menyadari terjangkit Malaria ketika panasnya tinggi, yang sebenarnya adalah tahapan lanjutan dari penyakit Malaria. Dari sini terlihat, deteksi dini Malaria sangat penting agar penderita dapat segera diobati.

Dengan masih banyaknya wilayah di Indonesia yang berstatus daerah endemis Malaria, maka bisa dipastikan upaya untuk mengendalikan Malaria ini harus terus digalakkan. Berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan pergerakan Malaria ini agar tidak makin meluas.

Salah satu upaya tersebut seperti yang dilakukan Peneliti Balitbangkes dari P2B2 Banjar Negara, Budi Santoso SKM M.Kes dan rekan. Dengan mengajukan penelitian berjudul 'Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengendalian Malaria dengan Pendekatan Kabupaten/ Kota Sehat', penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat yang ada di wilayah bersangkutan, untuk dapat membantu mendeteksi gejala Malaria sejak dini agar dapat dilakukan pertolongan secepat mungkin sebelum Malaria memasuki fase lanjut yang bisa berujung pada kematian. Selain deteksi dini, pemberdayaan masyarakat dalam penelitian ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan pentingnya kesehatan dalam hal untuk mencegah Nyamuk Anopheles betina berkembang di daerah bersangkutan. Promosi dalam hal ini masuk dalam kategori pencegahan timbulnya kasus Malaria di daerah bersangkutan.

Pengambilan lokasi penelitian di desa Tetel Kecamatan Pangedegan Kabupaten Purbalingga, Propinsi Jawa Tengah, bukannya tanpa alasan. Kabupaten Purbalingga adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang termasuk dalam kategori daerah endemis malaria. Tahun 2010 terjadinya peningkatan kasus malaria di Kabupaten Purbalingga. Lokasi yang terisolir semakin menjadikan Purbalingga sebagai kawasan yang harus senantiasa dipantau perkembangan kasus Malarianya.



E-MAIL LOGIN


@litbang.depkes.go.id

  



 

Lembaga Penerbitan Balitbangkes



E-Journal Berlangganan




U L P



PENGUNJUNG

hit counter