You are here

Master of Training Riset Kesehatan Dasar 2013

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 merupakan survei skala Nasional yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI. Dilakukan secara berkala untuk memantau indikator kesehatan seluruh wilayah Indonesia yaitu 33 Provinsi, 497 Kabupaten/Kota, 12.000 Blok Sensus (BS), 300.000 rumah tangga (RT), 1,3 juta anggota rumah tangga (ART).

Sehubungan dengan jumlah sampel yang besar, Badan Litbang Kesehatan mempersiapkan pelaksanaan pengumpulan data Riskesdas 2013. Master of Training (MOT) Riset Kesehatan Dasar 2013 diselenggarakan di Hotel Cisarua Indah – Bogor, tanggal 28 Februari – 9 Maret 2013.

MOT Riskesdas 2013 dibuka oleh Kepala Badan Litbang Kesehatan, Dr. dr. Trihono, M.Sc. Hadir pada acara MOT antara lain pejabat, peneliti, staf di lingkungan Badan Litbang Kesehatan, tim Pakar dari Universitas Hasanudin, Universitas Indonesia, dan Universitas Airlangga sebagai pengamat dan akan melakukan validasi Riskesdas 2013.

Kegiatan MOT diawali dengan Pre – Test Riskesdas 2013. Diselenggarakan untuk memberi pengertian dan pemahaman kepada penanggung jawab (Pj) Provinsi, Pj Koordinator Wilayah (Korwil) yang telah ditunjuk, mengenai data Riskesdas 2013 yang akan dikumpulkan dan penjelasan sampling dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bapak Purwanto.

Beberapa hal disampaikan Kepala Badan Litbangkes pada acara pembukaan kegiatan MOT Riskesdas 2013 :
1. Peneliti yang hadir pada MOT merupakan peneliti inti. Oleh karena itu penguasaan materi dan semangat peneliti merupakan hal penting. Besar peranan peneliti dalam menjaga kualitas data Riskesdas 2013.
Pemahaman harus sama dan kuat agar tidak terjadi pergeseran informasi. Informasi yang disampaikan secara berantani, tentu ada kurangnya dan ada lebihnya. Hal ini sangat berpengaruh pada enumerator di lapangan, maka harus hati-hati. Untuk mengantisipasi hal ini, para Pjt harus saling komunikasi dan akan dibuka posko Riskesdas.
2. Riset skala besar akan ada setiap tahun, karena itu agar dibuat database pelaku-pelaku riset (Enumerator, Pjt Kabupaten/Kota, Pjt Provinsi). Apabila terbukti ada yang nakal, maka diblack list karena sangat berpengaruh pada Badan Litbang Kesehatan. Diharapkan tidak ada peneliti yang nakal.
3. Kuasai metodologi agar mengetahui langkah-langkah yang harus diambil selama di lapangan. Contoh. Dalam 1 bangunan ada 5 kepala keluarga, bagaimana memilihnya, maka random sangat penting. Membekali enumerator bekerja dengan hati, tidak mudah. Harus diberikan cara & niat bekerja dengan baik. Yang aman harus random.

Badan Litbang Kesehatan tidak hanya mendukung program tetapi juga memberikan evaluasi kepada program, seperti Riskesdas 2013. Kita akan menghasilkan angka-angka yang merupakan hasil kerja Kementerian Kesehatan. Tantangan Badan Litbang, akhir tahun 2013 hasil Riskesdas 2013 sudah keluar.

Hasil Riskesdas akan diusulkan sebagai awal perubahan pola planning, pola perencanaan harus berubah. “Mari kita ikuti data Riskesdas sebagai basis data karena itu data terbaru untuk komunitas. Menjadi dasar untuk perencanaan, bukan berdasarkan historical anggaran. Jika ingin mempercepat program, perencanaan harus focus pada problem yang ada di Kabupaten tersebut. Hal ini yang kita manfaatkan”.

Saat membuka MOT di Cisarua, Kepala Badan Litbang Kesehatan menginformasikan bahwa akan ada IPKM jilid 2. IPKM yang akan datang kemungkinan lebih dari 24 indikator, kesehatan reproduksi akan masuk. Perlu dibahas, akan dipakai model apa ? Apakah menggunakan IPKM model lama, supaya dapat untuk perbandingan.

Dari hasil tersebut akan diketahui Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan (PDBK) naik atau bisa mempertahankan, semua mendapat penghargaan. Hal ini kesempatan yang bagus untuk memberi reward kepada Kabupaten/Kota. Karena IPMK menggambarkan status kesehatan dan usaha yang dilakukan oleh Kabupaten/Kota.

Sebelum mengakhiri, Kepala Badan Kesehatan mengingatkan bahwa “Kerjasama yang bagus akan menghasilkan hasil yang optimal, agar dapat menggambarkan bagaimana status kesehatan kita berdasarkan Riskesdas”.



E-MAIL LOGIN


@litbang.depkes.go.id

  



 

Lembaga Penerbitan Balitbangkes



E-Journal Berlangganan




U L P



PENGUNJUNG

hit counter